Setapak Langkah – 12 April 2026 | Prajurit Yonif 3 Marinir mengasah kemampuan tempur melalui uji ketepatan senjata bantuan yang dilaksanakan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Latihan berlangsung selama tiga hari dan melibatkan sejumlah peralatan modern yang disediakan oleh kementerian pertahanan.
Uji tembakan ini bertujuan untuk menilai sejauh mana akurasi dan keandalan senjata bantuan dapat meningkatkan efektivitas operasi lapangan. Para prajurit diuji dengan berbagai skenario, mulai dari penargetan jarak dekat hingga jarak menengah, serta simulasi kondisi cuaca yang berubah-ubah.
- Meningkatkan akurasi tembakan dalam berbagai kondisi medan.
- Menjamin kesiapan alutsista sebelum penugasan resmi.
- Menilai interoperabilitas antara senjata bantuan dengan sistem komunikasi yang ada.
- Memberikan umpan balik teknis untuk perbaikan peralatan di masa mendatang.
Hasil sementara menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat presisi, dengan selisih penyimpangan tembakan rata‑rata turun dari 12 meter menjadi 4 meter. Peningkatan ini dianggap vital mengingat peran Marinir dalam operasi keamanan maritim dan penanggulangan bencana di wilayah pesisir.
Komandan Yonif 3 Marinir, Mayor Letnan Inf. Agus Prasetyo, menyatakan bahwa latihan ini memperkuat profesionalisme pasukan serta menegaskan komitmen TNI terhadap kesiapan alutsista nasional. Ia menambahkan bahwa evaluasi hasil uji akan diserahkan kepada pihak pembuat kebijakan untuk pertimbangan pengadaan senjata tambahan di masa depan.
Latihan uji senjata bantuan di Situbondo menjadi bagian dari rangkaian program modernisasi alutsista TNI yang diarahkan untuk menyesuaikan diri dengan dinamika keamanan regional. Dengan meningkatnya tantangan di perbatasan laut, kemampuan presisi dan kesiapan peralatan menjadi faktor kunci dalam menjaga kedaulatan negara.