Setapak Langkah – 12 April 2026 | Adonnecy Joshua Bramah, pemain utama Pacific Caesar Surabaya, mengungkapkan bahwa pencapaian gelar Pemain Terbaik (MVP) pada ajang IBL All‑Star 2026 tidak lepas dari kontribusi seluruh tim. Menurut Bramah, keberhasilan tersebut merupakan bukti sinergi, disiplin, dan kerja keras bersama rekan‑rekan setim selama musim kompetisi.
Dalam pertandingan All‑Star, Bramah mencatat rata‑rata 22,4 poin, 6,8 rebound, dan 4,1 assist per menit. Statistik tersebut menempatkannya di papan atas pencetak skor, namun ia menegaskan bahwa pencapaian individu tidak dapat dipisahkan dari peran kolektif. “Saya hanya bisa bersinar karena dukungan rekan‑rekan, pelatih, dan seluruh staf. Tanpa mereka, gelar ini tidak mungkin tercapai,” ujar Bramah dalam wawancara usai acara.
Pacific Caesar Surabaya sendiri menempati peringkat ketiga klasemen reguler, dengan catatan 18 kemenangan dan 7 kekalahan. Keberhasilan tim dalam menjaga pertahanan ketat dan eksekusi serangan cepat menjadi faktor kunci yang memperkuat performa Bramah di lapangan.
- Rata‑rata poin Bramah: 22,4
- Rata‑rata rebound: 6,8
- Rata‑rata assist: 4,1
- Rekor tim musim reguler: 18‑7
Pelatih Pacific Caesar, Andi Prasetyo, juga memberikan pujian kepada Bramah, menyebutnya sebagai pemain yang konsisten dan memiliki etos kerja tinggi. Ia menambahkan bahwa penghargaan MVP akan menjadi motivasi tambahan bagi seluruh skuad untuk terus meningkatkan kualitas permainan menjelang putaran playoff.
Keberhasilan Bramah di ajang All‑Star dipandang sebagai inspirasi bagi generasi muda basket Indonesia, menunjukkan bahwa kerja keras tim dapat menghasilkan pengakuan individu pada level tertinggi.