Setapak Langkah – 12 April 2026 | Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kerja sama dengan Kementerian Imigrasi (Kemenimipas) dalam rangka mengawasi keberadaan pemain asing yang berkompetisi di liga basket domestik. Langkah ini diambil sebagai respons atas peningkatan jumlah pemain luar negeri yang bergabung dengan klub-klub basket Indonesia, serta untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi imigrasi dan kebijakan pengembangan bakat lokal.
Berbagai pihak menilai bahwa sinergi antara Perbasi dan Kemenimipas sangat penting untuk menghindari pelanggaran izin tinggal, serta menjamin bahwa setiap pemain asing yang terdaftar memiliki dokumen yang sah dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas terkait.
Beberapa poin utama yang disepakati dalam pertemuan antara kedua institusi meliputi:
- Penetapan prosedur verifikasi data pemain asing secara rutin, termasuk pemeriksaan paspor, visa, dan izin kerja.
- Penyediaan sistem pelaporan daring yang memungkinkan klub melaporkan status pemain asing secara real‑time kepada Kemenimipas.
- Penyuluhan kepada klub dan agen pemain mengenai peraturan imigrasi yang berlaku, serta sanksi bagi pelanggaran.
- Kolaborasi dalam penyusunan kebijakan kuota pemain asing untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan kompetisi dan pengembangan pemain lokal.
Ketua DPP Perbasi, Nama Ketua, menegaskan bahwa tujuan utama kerja sama ini bukan sekadar menambah beban administratif, melainkan untuk menciptakan iklim kompetisi yang adil dan transparan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pemain asing yang bergabung dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan basket Indonesia tanpa mengabaikan regulasi yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, pejabat Kemenimipas, Nama Pejabat, menambahkan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan teknis dan sumber daya manusia untuk mengimplementasikan sistem monitoring yang efektif. “Kerja sama ini akan memperkuat kontrol kami terhadap pergerakan tenaga kerja asing, termasuk dalam bidang olahraga,” katanya.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme liga basket nasional, sekaligus melindungi peluang pemain muda Indonesia untuk mendapatkan tempat di tim‑tim utama. Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat, diharapkan pula tercipta transparansi dalam proses rekrutmen pemain asing, sehingga kepentingan semua pihak dapat terjaga.