Setapak Langkah – 08 April 2026 | Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa negara tersebut akan membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz selama dua pekan, dimulai dari hari Rabu. Akses tersebut hanya dapat dilakukan setelah melalui koordinasi resmi dengan otoritas Iran, termasuk prosedur izin dan pengaturan jadwal kapal.
Selat Hormuz, yang menjadi salah satu penyumbang utama aliran minyak dunia, telah lama menjadi titik fokus ketegangan geopolitik. Penutupan atau pembatasan jalur ini dapat menimbulkan dampak signifikan pada harga minyak internasional dan rantai pasok energi global.
Keputusan membuka jalur pelayaran selama dua minggu dipandang sebagai upaya Iran untuk meredakan kekhawatiran pasar sekaligus menunjukkan kesiapan diplomatik dalam mengelola situasi keamanan laut. Pemerintah Iran menegaskan bahwa setiap kapal yang ingin melintasi selat harus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar atau kantor konsuler Iran untuk memperoleh izin khusus.
Reaksi dari negara-negara pengguna jalur, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Asia, masih dipantau. Pihak berwenang di luar negeri menyatakan akan meninjau prosedur keamanan dan memastikan bahwa kapal-kapal komersial dapat melintasi selat tanpa gangguan.
Dampak ekonomi dari keputusan ini diperkirakan akan bersifat sementara. Selama dua minggu, aliran minyak mentah dan produk energi melalui Selat Hormuz diharapkan kembali ke level normal, mengurangi volatilitas harga minyak di pasar internasional. Namun, analis memperingatkan bahwa ketegangan yang muncul di wilayah tersebut dapat kembali muncul jika koordinasi tidak berjalan mulus.
Langkah ini juga menjadi sinyal bagi pihak-pihak terkait bahwa Iran masih mengedepankan dialog dan kerja sama dalam mengelola jalur strategis yang vital bagi perdagangan global.