Setapak Langkah – 08 April 2026 | Tim TNI Angkatan Laut (AL) melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sebuah benda asing yang ditemukan di perairan Selat Lombok pada hari Senin, 1 April 2024. Benda tersebut awalnya terdeteksi oleh kapal patroli laut melalui sistem radar dan sonar, kemudian dipastikan sebagai objek yang tidak dikenal.
Setelah konfirmasi awal, Komando Armada III mengerakkan tim ahli, termasuk pejabat intelijen maritim, teknisi sonar, dan ahli kelautan, untuk menyelidiki keberadaan benda tersebut. Tim melakukan pengecekan visual menggunakan kapal pengintai serta penyelaman dengan peralatan ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk memperoleh gambaran lebih jelas.
Hasil inspeksi awal menunjukkan bahwa benda itu memiliki bentuk silindris dengan permukaan logam yang halus, menyerupai rangka kapal selam kecil tanpa awak. Namun, belum ada bukti konklusif yang mengidentifikasi asal-usul atau tujuan keberadaannya.
Pihak TNI AL menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan keamanan wilayah perairan Indonesia, khususnya zona strategis Selat Lombok yang menjadi jalur utama perdagangan internasional. Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, melalui kantor jabatannya, menyatakan bahwa segala bentuk ancaman potensial akan ditangani secara cepat dan profesional.
Tim investigasi juga melakukan pengambilan sampel material serta rekaman data sonar untuk dianalisis di laboratorium milik Pusat Penelitian Kelautan dan Perikanan (Puslitkarlang). Analisis tersebut diharapkan dapat mengungkap apakah benda tersebut merupakan prototipe kapal selam tanpa awak milik negara asing, atau sekadar puing laut yang terdampar.
Jika terbukti merupakan kapal selam tanpa awak, prosedur penanganan akan melibatkan koordinasi dengan Kementerian Pertahanan, Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana (BNPB), serta lembaga intelijen terkait untuk menilai potensi ancaman keamanan nasional.
Sementara itu, TNI AL terus meningkatkan kemampuan deteksi maritim dengan menambah armada kapal patroli dan memperluas jaringan sensor laut. Upaya ini sejalan dengan program modernisasi alutsista yang sedang berjalan untuk memperkuat pertahanan maritim Indonesia.