Setapak Langkah – 07 April 2026 | Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa penguatan ekosistem ekonomi kreatif menjadi prioritas utama pemerintah dalam upaya meningkatkan daya saing nasional. Ia menyampaikan hal ini dalam sebuah forum yang dihadiri perwakilan industri, akademisi, dan lembaga keuangan pada minggu ini.
Berbagai inisiatif strategis telah dirancang untuk mempercepat proses tersebut, antara lain:
- Peningkatan alokasi anggaran khusus bagi program inkubasi dan akselerator kreatif.
- Pembentukan pusat inovasi daerah yang mengintegrasikan fasilitas produksi, pelatihan, dan marketplace digital.
- Pengembangan skema pembiayaan lunak melalui kerja sama dengan bank pembangunan dan lembaga fintech.
- Revitalisasi regulasi hak cipta dan lisensi untuk melindungi karya kreator serta mendorong investasi asing.
- Penyediaan data pasar berbasis riset terkini guna membantu pelaku usaha menyesuaikan produk dengan tren konsumen.
Riefky juga menekankan pentingnya peran pendidikan dalam menyiapkan generasi yang siap berkontribusi pada ekonomi kreatif. Kurikulum di perguruan tinggi dan sekolah vokasi diharapkan lebih menitikberatkan pada keterampilan praktis, pemahaman teknologi, serta kemampuan berwirausaha.
Meski tantangan tetap ada, seperti kurangnya akses internet di wilayah terpencil dan keterbatasan modal bagi UKM kreatif, pemerintah berkomitmen untuk mengatasi hambatan tersebut melalui program digitalisasi desa dan skema kredit mikro yang disesuaikan.
Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia dapat tumbuh lebih cepat, menciptakan lapangan kerja baru, dan berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dalam jangka menengah hingga panjang.