Setapak Langkah – 07 April 2026 | Bendungan Jenelata, yang terletak di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, kini memasuki fase penting pembangunan setelah mencapai 25 persen penyelesaian. Proyek ini termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan dapat mengatasi masalah kekurangan air bersih dan meningkatkan ketahanan energi di wilayah Sulawesi Selatan.
Pembangunan dimulai pada akhir 2022 dengan target penyelesaian total pada akhir 2026. Hingga kini, sebagian besar pekerjaan tanah telah selesai, termasuk penggalian cekungan bendungan, pemasangan liner anti‑bocor, serta pembangunan fasilitas sementara untuk tenaga kerja.
Berikut rangkuman progres utama yang telah dicapai:
| Komponen | Progres (%) | Keterangan |
|---|---|---|
| Penggalian cekungan | 30 | Sudah selesai, mempersiapkan fondasi utama. |
| Pemasangan liner | 20 | Proses pemasangan masih berlangsung, fokus pada segmen tengah. |
| Pembangunan jalan akses | 40 | Jalan akses utama ke lokasi bendungan sudah dapat dilalui kendaraan berat. |
| Instalasi listrik & air | 15 | Menyiapkan jaringan pendukung untuk operasional lapangan. |
Progres ini didukung oleh dana alokasi khusus pemerintah pusat dan provinsi, dengan total anggaran mencapai sekitar Rp 1,8 triliun. Seluruh proses diawasi oleh tim gabungan Badan Pengelolaan Infrastruktur Nasional (BPIN) dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gowa.
Manfaat yang diharapkan dari bendungan ini meliputi penyediaan air bersih untuk lebih dari 200 ribu penduduk, pengendalian banjir di wilayah downstream, serta potensi pembangkit listrik tenaga air skala menengah. Selain itu, proyek ini juga membuka lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja lokal selama fase konstruksi.
Namun, proyek ini tidak lepas dari tantangan. Beberapa kelompok masyarakat sekitar mengkhawatirkan potensi dampak lingkungan, terutama pada ekosistem sungai dan hutan yang berada di sekitar area proyek. Pemerintah telah membentuk tim monitor lingkungan untuk melakukan evaluasi rutin dan memastikan standar konservasi terpenuhi.
Dengan progres mencapai seperempat dari total target, pihak pengelola optimis dapat mempercepat penyelesaian pada tahun-tahun mendatang, mengingat adanya peningkatan tenaga kerja dan penggunaan teknologi konstruksi modern yang mempercepat proses tanah dan pemasangan liner.