Setapak Langkah – 07 April 2026 | Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran kini menembus pasar pangan lokal, khususnya di kota Cimahi, Jawa Barat. Kenaikan harga kedelai dunia dan biaya plastik sebagai bahan kemasan menekan profitabilitas produsen tempe kecil.
Kusnanto, 57 tahun, yang menjalankan usaha tempe di Jalan Margaluyu, merasakan dampak langsung. “Biaya pembelian kedelai naik hampir dua puluh persen, sementara harga plastik kemasan naik lebih dari tiga puluh persen,” ujarnya. “Jika tidak ada penyesuaian, kami akan terpaksa menaikkan harga jual tempe, yang tentu saja membebani konsumen.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga
- Kedelai: Konflik di Timur Tengah memicu gangguan pasokan minyak nabati, sehingga harga komoditas kedelai global naik signifikan.
- Plastik: Sanksi ekonomi dan peningkatan permintaan bahan bakar minyak menyebabkan biaya produksi plastik melambung.
Akibatnya, banyak produsen tempe di daerah Jawa Barat harus mencari alternatif agar tetap kompetitif.
Langkah-Langkah Adaptasi Produsen Tempe
- Pergeseran ke Kemasan Ramah Lingkungan: Beberapa pelaku, termasuk Kusnanto, beralih menggunakan kertas lilin atau kantong kain yang dapat dipakai ulang. Meskipun biaya awal lebih tinggi, penggunaan kembali mengurangi beban belanja plastik jangka panjang.
- Pembelian Kedelai Secara Kooperatif: Kelompok produsen membentuk koperasi pembelian kedelai untuk menegosiasikan harga lebih baik dengan petani lokal, mengurangi ketergantungan pada pasar impor.
- Optimasi Produksi: Teknik fermentasi yang lebih efisien dan penggunaan mesin penggiling kedelai yang hemat energi membantu menurunkan biaya produksi per kilogram tempe.
- Diversifikasi Produk: Menambahkan varian tempe berbahan dasar kacang hijau atau kacang merah untuk mengurangi tekanan pada pasokan kedelai.
- Kerjasama dengan Pemerintah: Mengajukan permohonan subsidi energi dan bantuan pelatihan pengemasan alternatif melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.
Hasilnya, sebagian produsen melaporkan penurunan biaya total hingga 12 persen, meski masih dihadapkan pada tantangan harga jual yang kompetitif.
Prospek Ke Depan
Jika konflik geopolitik berlanjut, harga kedelai dan plastik diproyeksikan tetap volatile. Oleh karena itu, inovasi dalam rantai pasok dan adopsi kemasan berkelanjutan menjadi kunci kelangsungan usaha tempe mikro. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat jaringan koperasi petani kedelai dan memperluas program edukasi kemasan ramah lingkungan untuk membantu produsen kecil menyesuaikan diri dengan dinamika pasar global.