Setapak Langkah – 07 April 2026 | Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan pernyataan resmi terkait pemasangan baliho promosi film horor berjudul “Aku Harus Mati” yang kini terlihat di sejumlah lokasi publik. Menurut IDAI, visual yang menampilkan adegan menakutkan dan tagline yang mengandung unsur kekerasan dapat menimbulkan dampak psikologis negatif, terutama bagi remaja yang berada dalam kelompok rentan.
Dalam pernyataannya, IDAI menekankan bahwa masa remaja adalah fase kritis dalam perkembangan emosional dan kognitif. Paparan konten yang bersifat mengerikan atau mengandung pesan self‑destruction dapat memicu kecemasan, gangguan tidur, bahkan meningkatkan risiko perilaku melukai diri sendiri pada individu yang sudah memiliki kecenderungan mental yang lemah.
- Remaja dengan riwayat depresi, kecemasan, atau trauma sebelumnya lebih sensitif terhadap stimulus visual yang menyeramkan.
- Paparan berulang terhadap gambar atau slogan yang menyinggung kematian dapat memperkuat pikiran negatif.
- Lingkungan yang kurang dukungan, seperti kurangnya pengawasan orang tua, memperparah dampak tersebut.
IDAI mengimbau pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, pemilik media luar ruang, dan industri film, untuk mempertimbangkan langkah-langkah berikut:
- Meninjau kembali penempatan iklan film horor di area yang sering dilalui remaja, terutama di dekat sekolah atau pusat perbelanjaan.
- Mengimplementasikan label peringatan yang jelas mengenai konten dewasa atau menakutkan.
- Meningkatkan edukasi literasi media bagi orang tua dan guru agar dapat memantau konsumsi media anak.
- Memfasilitasi program konseling psikologis di sekolah untuk mengidentifikasi dan menanggapi gejala stres akibat paparan media.
Selain itu, IDAI menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga kesehatan, pendidikan, dan regulator iklan untuk menciptakan standar etika iklan yang melindungi kesejahteraan mental generasi muda. Dengan tindakan preventif yang tepat, diharapkan risiko dampak buruk dapat diminimalisir dan remaja dapat tumbuh dalam lingkungan yang lebih aman secara psikologis.