Setapak Langkah – 07 April 2026 | Marcella Zalianty, yang dikenal sebagai Duta Rumah Autis, kembali menyoroti pentingnya layanan skrining jantung bagi anak-anak penyandang disabilitas. Ia menekankan bahwa deteksi dini dapat mencegah komplikasi serius dan meningkatkan kualitas hidup anak‑anak tersebut.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak difabel memiliki risiko lebih tinggi mengalami kelainan jantung bawaan atau masalah kardiovaskular dibandingkan anak non‑disabilitas. Namun, layanan skrining jantung masih terbatas pada fasilitas kesehatan tertentu dan belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Dalam pernyataannya, Marcella mengajak pemerintah, lembaga kesehatan, serta sektor swasta untuk bersama‑sama memperluas cakupan skrining. Ia menambahkan bahwa program ini harus terintegrasi dengan layanan pendidikan dan rehabilitasi agar dapat diakses secara mudah oleh keluarga.
Beberapa langkah konkret yang diusulkan antara lain:
- Menambah unit skrining jantung di puskesmas dan rumah sakit daerah.
- Melatih tenaga medis khusus untuk menilai kondisi kardiovaskular pada anak difabel.
- Mengintegrasikan data skrining ke dalam sistem catatan medis elektronik nasional.
- Menyediakan subsidi atau bantuan biaya bagi keluarga yang membutuhkan.
Marcella juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada orang tua dan guru mengenai tanda‑tanda awal masalah jantung, seperti sesak napas, kelelahan berlebih, atau perubahan warna kulit. Dengan pengetahuan ini, deteksi dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi menjadi kritis.
Jika kebijakan ini diimplementasikan secara menyeluruh, diharapkan angka kematian dan morbiditas akibat penyakit jantung pada anak difabel dapat berkurang signifikan. Upaya ini tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga membuka peluang bagi anak‑anak tersebut untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pendidikan dan kegiatan sosial.