Setapak Langkah – 07 April 2026 | Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa program Maganghub tidak lagi sekadar menjadi pengalaman kerja sementara, melainkan menjadi jalur resmi bagi peserta magang untuk memperoleh sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional. Sertifikasi ini diharapkan menjadi nilai tambah saat peserta memasuki pasar kerja formal.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Kemnaker meluncurkan serangkaian langkah konkret. Pertama, setiap peserta magang akan mengikuti asesmen kompetensi yang disusun berdasarkan standar kompetensi kerja (SKK) yang relevan dengan bidangnya. Hasil asesmen akan menjadi dasar penerbitan sertifikat kompetensi yang sah.
Kedua, bagi perusahaan yang menampung peserta Maganghub, Kemnaker menyiapkan skema reward berupa insentif finansial dan non‑finansial. Insentif ini bertujuan mendorong lebih banyak perusahaan membuka slot magang berkualitas dan berkomitmen pada pengembangan kompetensi peserta.
- Insentif finansial: subsidi biaya pelatihan, potongan pajak, atau bantuan operasional.
- Insentif non‑finansial: pengakuan resmi sebagai Preferred Training Partner, akses ke program pelatihan lanjutan, serta prioritas dalam program pemerintah selanjutnya.
Skema reward dibagi menjadi tiga tingkatan berdasarkan jumlah peserta yang berhasil menyelesaikan magang dan memperoleh sertifikasi:
| Tingkat | Jumlah Peserta Sertifikasi | Reward |
|---|---|---|
| Bronze | 5–9 orang | Subsidi pelatihan 5% dan sertifikat penghargaan |
| Silver | 10–19 orang | Subsidi pelatihan 10% + potongan pajak 2% |
| Gold | 20 orang ke atas | Subsidi pelatihan 15% + potongan pajak 5% + status Preferred Training Partner |
Dengan kombinasi sertifikasi kompetensi bagi peserta dan reward bagi perusahaan, diharapkan program Maganghub dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menurunkan tingkat pengangguran, dan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah.
Kemnaker menargetkan bahwa dalam dua tahun ke depan, minimal 30.000 peserta magang akan memperoleh sertifikasi kompetensi, sementara lebih dari 1.000 perusahaan akan menjadi mitra resmi dalam rangka mendukung transformasi pasar kerja Indonesia.