Setapak Langkah – 06 April 2026 | Produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD, kini menghadapi situasi penumpukan stok untuk model terbaru mereka, Sealion 05 DM-i, di sejumlah dealer dalam negeri. Kendaraan yang mengusung teknologi hybrid diesel‑electric ini sempat dinanti karena efisiensi bahan bakarnya yang tinggi serta harga yang kompetitif.
Berbagai faktor menjadi penyebab utama timbulnya kelebihan persediaan. Pertama, permintaan pasar belum sesuai dengan ekspektasi produsen. Meskipun tren kendaraan listrik meningkat, konsumen Indonesia masih mempertimbangkan infrastruktur pengisian yang terbatas. Kedua, kebijakan fiskal dan bea masuk yang berubah-ubah menambah beban harga jual akhir, membuat model ini kurang menarik bagi pembeli potensial. Ketiga, produksi BYD di pabrik luar negeri mengalami penyesuaian kapasitas yang mengakibatkan volume kiriman ke Indonesia lebih besar dari perkiraan.
Dealer-dealer melaporkan bahwa mereka telah menyiapkan paket promosi untuk mengurangi stok, antara lain diskon tambahan, bonus aksesoris, serta tawaran pembiayaan khusus. Beberapa dealer juga menawarkan program tukar tambah dengan motor bensin konvensional untuk mendorong peralihan ke kendaraan listrik.
- Harga jual: Mulai dari Rp 250 jutaan, tergantung varian.
- Kapasitas baterai: 45 kWh dengan jangkauan hingga 500 km (standar WLTP).
- Efisiensi: Konsumsi bahan bakar gabungan sekitar 4,5 L/100 km.
Para analis pasar menyarankan BYD untuk menyesuaikan strategi pemasaran dengan memperkuat jaringan layanan purna jual serta meningkatkan edukasi konsumen tentang manfaat teknologi DM-i. Jika tidak, akumulasi stok dapat menekan margin keuntungan dealer dan menimbulkan tekanan harga yang lebih besar di pasar otomotif domestik.