Setapak Langkah – 02 April 2026 | Pada Kamis gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richer mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, dan menular ke daerah sekitarnya, termasuk kota Ternate di Maluku Utara. Getaran kuat tersebut menyebabkan sejumlah bangunan di Kelurahan Gambersi, Ternate, mengalami kerusakan struktural.
Warga setempat melaporkan atap rumah roboh sebagian, dinding retak, serta jendela pecah. Beberapa fasilitas umum seperti balai desa, sekolah, dan pusat kesehatan juga terdampak, memaksa operasi layanan publik sementara.
- Rumah tinggal: lebih dari 150 unit mengalami kerusakan ringan hingga berat.
- Bangunan publik: 3 balai desa, 2 sekolah dasar, dan 1 puskesmas mengalami kerusakan struktural.
- Jalan: sebagian jalan utama di Gambersi menjadi tidak dapat dilalui akibat retakan dan longsor kecil.
Pihak berwenang setempat segera mengirimkan tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara untuk melakukan evakuasi serta penilaian kerusakan. Tim bantuan juga menyiapkan tenda darurat, persediaan makanan, dan air bersih bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Para ahli gempa menilai bahwa dampak kerusakan di Ternate dipengaruhi oleh kedalaman gempa yang relatif dangkal serta jenis tanah berpasir di wilayah pesisir, yang memperparah efek gelombang seismik. Mereka mengingatkan pentingnya memperkuat standar konstruksi bangunan di daerah rawan gempa.
Selain kerusakan fisik, gempa ini juga menimbulkan keresahan sosial. Banyak warga mengungkapkan rasa takut akan gempa susulan, sementara petugas keamanan meningkatkan patroli untuk menjaga ketertiban.
Ke depannya, pemerintah daerah berjanji akan mempercepat proses rehabilitasi, memperbaiki infrastruktur yang rusak, dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui pelatihan mitigasi bencana.