Setapak Langkah – 31 Maret 2026 | Jakarta – Sebuah puting beliung yang melanda wilayah Kelapa Dua, Tangerang pada Senin (30/3/2026) mengakibatkan kerusakan masif pada Indomilk Arena, markas resmi Persita Tangerang. Angin kencang bersamaan dengan hujan lebat merobek atap tribune VIP dan VVIP Barat, bahkan menyebabkan atap kantor klub terbang menjauh. Video‑video yang beredar di media sosial memperlihatkan potongan atap beterbangan, bench ofisial terbalik, serta tenda lorong yang berserakan di sekitar area ganti pemain.
Menurut keterangan Ketua Panitia Penyelenggara (Panpel) Persita, M. Tommy Kurniawan, kerusakan paling signifikan terjadi pada atap tribune barat yang diperkirakan kehilangan 75‑80 persen materialnya. “Jika dilihat secara visual, hampir seluruh bagian atap VIP Barat sudah tidak ada; hanya tersisa beberapa rangka yang masih menempel,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Akibat Langsung Badai Terhadap Jadwal Laga
Kerusakan tersebut menimbulkan kekhawatiran serius menjelang pertandingan kandang Persita melawan Arema FC yang dijadwalkan pada pekan ke‑29 Super League 2025/2026, tepatnya 10 April 2026. Panpel masih menunggu hasil survei dari I‑League dan PSSI untuk menilai kelayakan penggunaan stadion kembali. “Jika dipakai, risiko bagi penonton sangat tinggi karena banyak besi‑besi yang terlepas dan bahkan ada yang menimpa mobil di area stadion,” kata Tommy.
Ia menambahkan bahwa proses pembersihan puing‑puing diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga minggu, sementara perbaikan struktural seperti penggantian membran atap dapat memakan waktu hingga dua bulan. Dengan pertimbangan tersebut, Persita telah mengaktifkan rencana darurat mencari stadion alternatif.
Stadion Alternatif yang Dipertimbangkan
Tim manajemen Persita menghubungi pengelola Stadion Internasional Banten (BIS) dan Stadion Pakansari di Cibinong. Kedua venue dipilih karena jadwal penggunaan yang tidak berbenturan dengan klub lain. “Stadion BIS lebih dekat secara geografis dan jadwalnya lebih bersahabat, karena hanya ada Adyaksa FC yang menggunakannya,” jelas Tommy.
Jika kedua pilihan tersebut tidak dapat dipastikan, Persita siap menyesuaikan jadwal dan menunggu keputusan resmi dari otoritas liga. Sementara itu, klub tetap akan melaksanakan pertandingan tandang melawan Persebaya Surabaya pada 4 April, yang tidak terpengaruh oleh kerusakan di markas.
Reaksi Penggemar dan Dampak Finansial
Penggemar Persita, yang dikenal dengan julukan “Singo Edan”, menyuarakan keprihatinan mereka melalui media sosial. Banyak yang mengekspresikan rasa cemas akan keselamatan penonton serta potensi kerugian finansial bagi klub. “Kami tetap mendukung, tapi keamanan harus menjadi prioritas utama,” tulis salah satu supporter.
Dari sisi keuangan, perbaikan total atap diperkirakan menelan biaya puluhan miliar rupiah, mengingat kebutuhan bahan membran khusus yang tahan cuaca ekstrem. Klub yang masih beroperasi dengan anggaran terbatas kini harus menyesuaikan prioritas pengeluaran, termasuk penggantian peralatan yang terlempar oleh angin.
Langkah-Langkah Penanganan dan Proyeksi Kedepan
- Survei struktural oleh tim teknis I‑League dan PSSI untuk menentukan kelayakan penggunaan Indomilk Arena kembali.
- Pembersihan puing‑puing di area tribun dan lapangan selama dua hingga tiga minggu.
- Pengadaan membran atap baru serta pemasangan ulang oleh kontraktor berlisensi, diperkirakan selesai dalam dua bulan.
- Negosiasi final dengan pengelola Stadion BIS dan Pakansari untuk penjadwalan ulang pertandingan kandang.
- Komunikasi intensif dengan supporter guna memastikan informasi terkini tentang lokasi pertandingan.
Dengan langkah‑langkah tersebut, Persita berharap dapat meminimalisir gangguan pada kompetisi dan tetap menjaga kepercayaan para pendukung. Meskipun tantangan logistik dan finansial cukup besar, klub menegaskan komitmennya untuk kembali ke Indomilk Arena setelah perbaikan selesai, sekaligus memastikan keselamatan semua pihak.
Secara keseluruhan, insiden puting beliung ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan infrastruktur stadion menghadapi cuaca ekstrim. Bagi Persita Tangerang, proses pemulihan tidak hanya soal memperbaiki atap yang hancur, melainkan juga menjaga kontinuitas kompetisi dan menjaga semangat pendukung yang tak pernah padam.