setapaklangkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Ziarah Gunung Muria Makam Wali Songo

Ziarah Gunung Muria

Ziarah Gunung Muria di Kudus Jawa Tengah salah satunya banyak sekali terdapat makam-makam orang alim yang tak pernah sepi dari peziarah, salah satunya adalah makam Raden Umar Said.

Ziarah ke makam orang-orang alim sudah menjadi tradisi dikalangan masyarakat jawa. Ziarah ini bisa dilakukan secara perorangan, tetapi akan lebih afdal jika dilakukan secara rombongan atau berjama’ah.

Raden Umar Said atau yang lebih kita kenal dengan Sunan Muria adalah putra dari Sunan Kalijaga. Makam beliau ini terletak di Gunung Muria yang memiliki ketinggian 1.601 meter di atas permukaan laut.

Pada tanggal 2 November 2018 saya berkesempatan untuk melakukan perjalanan ziarah Gunung Muria pada kala itu. Saya pergi bersama teman-teman satu pondok.

Note: foto diambil saat saya ziarah 2018 lalu

1. Perjalanan Ziarah Gunung Muria

Saat itu saya beserta rombongan berangkat pukul 3 dini hari menggunakan sebuah bis kecil. Saya merasa sangat gembira sekaligus takut, ya takut karena jalan untuk ziarah gunung muria saat itu terdapat beberapa tanjakan dan turunan yang begitu curam. Sayang sekali kami berangkat pada dini hari, jadi tidak dapat menikmati pemandangan di kanan dan kiri jalan. Saya dan rombongan sampai di tujuan pada saat adzan subuh berkumandang.

Perjalanan Ziarah Gunung Muria
foto: Perjalanan Ziarah Gunung Muria

Setelah sholat shubuh di masjid, kami melanjutkan perjalanan mendaki 430-an anak tangga untuk menuju ke makam, saya dan teman-teman tetap semangat meski diselimuti hawa dingin yang menusuk tulang, karena jujur ini adalah pengalaman pertama kali saya melakukan perjalanan ziarah gunung Muria ini.

Kami sampai di atas atau di area makam dengan nafas yang tersengal-sengal, sambil menunggu bapak dan ibu guru yang sedang bermusyawarah saya dan kawan-kawan berjalan-jalan melihat para pedagang yang menjual segala macam pernak-pernik.

Wisata Menarik Lainnya :  Wajib Kunjungi, 5 Wisata Religi Solo yang Penuh Sejarah

Saya dan rombongan mulai memasuki area makam saat semburat merah tampak di ufuk timur. Kami segera memulai rangkaian ziarah gunung muria dengan membaca surat yasin, tahlil, dan asmaul husna.

Setelah selesai berziarah, kami menuju ke gentong peninggalan Sunan Muria dan minum menggunakan gelas yang telah disediakan.

Saya dan rombongan keluar dari area makam pada pukul 06.45, kami berjalan kaki melewati jalan raya untuk menuju ke Montel. Tapi sayang, kami lupa bahwa saat itu sedang musim kemarau sehingga air yang ada di Montel kering, kamipun harus menelan pil kekecewaan padahal saya dan teman-teman telah menyiapkan baju ganti yang akan dipergunakan setelah selesai berenang nanti.

Kamipun melanjutkan perjalanan dan berhenti di dekat Taman Ria Colo, saat turun tadi saya memunguti buah pinus yang berceceran di sepanjang jalan.

Setelah merasa cukup beristirahat, saya dan rombongan melanjutkan perjalanan untuk membeli sarapan dan oleh-oleh. Kami memilih sarapan di sebuah warung kecil di pinggir jalan area parikiran bis.

2. Oleh-Oleh Ziarah Gunung Muria

Setelah sarapan, salah satu teman saya membeli oleh-oleh Buah Parijotro dan Delima untuk kakaknya yang tengah hamil. Mitosnya Buah Parijotro ini dapat menyuburkan kandungan. Sayapun yang baru pertama kali melihat buah tersebut sangat kegirangan, dan memutuskan untuk turut serta membeli beberapa tangkai. Buah Parijotro ini juga hanya tumbuh di lereng Gunung Muria. Sedangkan teman-teman saya yang lain melihat-lihat aneka sarung cap yang di pajang para pedagang di sebuah meja.

Sebelum adzan subuh berkumandang, saya beserta rombongan sudah berada di dalam bis untuk pulang ke Pati. Saya selalu berharap perjalanan ziarah saya tidak berhenti sampai disini, dan semoga suatu saat nanti saya bisa mengunjungi seluruh makam Wali Songo.

Wisata Menarik Lainnya :  Lebih Dekat dengan Merapi di Bukit Klangon Sleman

Aamiin.

Artikel serta dokumentasi telah melalui editoring tim Setapak Langkah dikirim oleh : Ade Ayu Ramadhani (@kelanaayu_)
setapaklangkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *