Setapak Langkah – 04 April 2026 | Pertikaian antar warga yang terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah pada akhir pekan lalu mengakibatkan kerusakan properti dan menimbulkan ketegangan di antara komunitas setempat. Konflik tersebut dipicu oleh perselisihan lahan pertanian yang melibatkan beberapa keluarga, yang kemudian meluas menjadi bentrokan fisik.
Setelah menerima laporan dari aparat keamanan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengirim Wakil Gubernur Sarbin Sehe ke lokasi. Kedatangan sang Wakil Gubernur disambut oleh tokoh masyarakat, aparat kepolisian, serta perwakilan pemerintah kabupaten.
Dalam pertemuan yang diadakan di Balai Desa, Sarbin Sehe menegaskan pentingnya menjaga perdamaian di semua 10 kabupaten/kota di provinsi. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menahan emosi, menyelesaikan sengketa secara musyawarah, dan menghindari tindakan kekerasan yang dapat memperparah situasi.
Beberapa langkah konkret yang disampaikan oleh Wagub antara lain:
- Memfasilitasi mediasi antara pihak yang bersengketa dengan melibatkan tokoh adat dan pemuka agama.
- Menambah kehadiran petugas keamanan di wilayah rawan konflik selama tiga minggu ke depan.
- Menggalang bantuan sosial bagi keluarga yang terdampak kerusakan properti.
- Mengadakan program edukasi perdamaian di sekolah-sekolah setempat.
Polisi setempat juga telah menahan beberapa pelaku yang terlibat dalam bentrokan, sementara korban yang mengalami luka ringan telah mendapatkan pertolongan medis di puskesmas terdekat.
Wagub Sarbin Sehe menutup kunjungannya dengan harapan semua pihak dapat menegakkan rasa hormat dan toleransi, serta bekerja sama membangun kembali keamanan dan kedamaian di Halmahera Tengah. Ia menekankan bahwa keamanan dan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.