Setapak Langkah – 02 April 2026 | Menurut regulasi terbaru penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, setiap calon jamaah haji wajib melengkapi serangkaian vaksin sebelum berangkat. Kebijakan ini bertujuan melindungi kesehatan jamaah, mencegah penyebaran penyakit menular, serta memastikan kelancaran pelaksanaan haji di Tanah Suci.
Vaksin yang Wajib Diberikan
- Vaksin Meningokokus (ACYW135) – Melindungi dari meningitis bakterial yang dapat menyebar cepat di kerumunan.
- Vaksin COVID‑19 – Dosis lengkap (dua dosis primer dan booster bila diperlukan) dengan vaksin yang diakui WHO.
- Vaksin Influenza – Diberikan setidaknya 2 minggu sebelum keberangkatan untuk melindungi dari flu musiman.
- Vaksin Polio (OPV atau IPV) – Dosis tambahan bagi yang belum lengkap.
- Vaksin Hepatitis A dan B – Diberikan sesuai jadwal jika riwayat imunisasi belum lengkap.
Jadwal Pelaksanaan Vaksinasi
| Vaksin | Waktu Pemberian | Keterangan |
|---|---|---|
| Meningokokus | Minimal 10 hari sebelum keberangkatan | Dosis tunggal |
| COVID‑19 | Minimal 14 hari sebelum keberangkatan | Dosis lengkap + booster bila diperlukan |
| Influenza | 2–4 minggu sebelum keberangkatan | Dosis tunggal |
| Polio | Jika belum lengkap, minimal 1 bulan sebelum keberangkatan | Dosis tambahan |
| Hepatitis A/B | Jika belum lengkap, minimal 1 bulan sebelum keberangkatan | Dosis sesuai skema |
Prosedur Pendaftaran Vaksinasi
- Calon jamaah mengisi formulir kesehatan pada portal resmi Kementerian Agama.
- Data vaksinasi diunggah atau diverifikasi di fasilitas kesehatan yang ditunjuk.
- Setelah semua vaksin terpenuhi, sertifikat vaksin akan diterbitkan secara elektronik dan dapat dicetak.
- Sertifikat wajib dibawa bersama dokumen perjalanan haji.
Apabila ada vaksin yang belum lengkap, calon jamaah diwajibkan menyelesaikannya di pusat vaksinasi yang telah ditunjuk sebelum batas akhir pendaftaran. Kegagalan melengkapi vaksin dapat mengakibatkan penolakan keberangkatan.
Penting bagi jamaah untuk memperhatikan masa berlaku masing‑masing vaksin. Beberapa vaksin, seperti meningokokus, memiliki masa proteksi terbatas dan harus diberikan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
Dengan kepatuhan terhadap persyaratan vaksinasi, diharapkan ibadah haji 2026 dapat berjalan aman, sehat, dan bebas dari ancaman epidemi.