Setapak Langkah – 07 Mei 2026 | Sejumlah 17 orang yang terluka dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur masih berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Kereta yang melaju dari arah Jakarta mengalami kegagalan rem dan menabrak rel pada pukul 06.30 WIB, menimbulkan luka ringan hingga berat pada penumpang serta petugas stasiun.
Kerangka penanganan medis dipimpin oleh tim medis rumah sakit setempat dengan dukungan logistik dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). KAI menyediakan ambulans, obat-obatan, serta tenaga medis tambahan untuk mempercepat proses perawatan.
Berikut rincian status perawatan korban saat ini:
- 7 korban dengan luka ringan dirawat di ruang perawatan umum.
- 5 korban dengan luka sedang berada di ruang perawatan intensif (ICU).
- 5 korban dengan luka berat masih dalam observasi kritis dan memerlukan tindakan lanjutan.
Pejabat KAI, Budi Santoso, menyatakan bahwa perusahaan akan terus memantau kondisi korban dan menyiapkan bantuan psikologis serta dukungan sosial bagi keluarga yang terdampak. Ia juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan standar keamanan operasional kereta guna mencegah insiden serupa.
Pihak rumah sakit menambahkan bahwa prognosis sebagian besar korban menunjukkan perbaikan, namun pemulihan total diperkirakan memerlukan beberapa minggu hingga bulan tergantung tingkat keparahan luka.
Kasus ini menambah daftar kecelakaan kereta di wilayah Jabodetabek tahun ini, menyoroti pentingnya evaluasi rutin terhadap sistem rem dan prosedur keselamatan pada jaringan kereta api.