Setapak Langkah – 10 Agustus 2026 | Pada tanggal 17 Agustus 2024, ribuan umat Islam berkumpul di Masjid Istiqlal, Jakarta, untuk melaksanakan Doa Keselamatan Bangsa menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan nasional yang menegaskan rasa persatuan dan doa bersama demi keamanan serta kemakmuran negara.
Doa Keselamatan Bangsa yang dipimpin oleh imam utama Masjid Istiqlal melibatkan jamaah dari berbagai daerah. Dalam ibadahnya, para peserta mengucapkan doa memohon perlindungan bagi bangsa, kesejahteraan ekonomi, serta kedamaian sosial. Suasana khusyuk tercipta ketika ayat-ayat suci dibacakan secara bersama‑sama, diikuti dengan doa-doa khusus yang menekankan persatuan, toleransi, dan semangat kebangsaan.
Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama bekerjasama dengan Komisi Nasional Indonesia Mengajar (KNII) dan sejumlah organisasi keagamaan. Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, Istiqlal dipilih karena melambangkan kerukunan antar‑umat beragama dan menjadi simbol nasional yang inklusif.
Doa Keselamatan Bangsa telah menjadi tradisi tahunan sejak era Orde Baru, dengan tujuan menumbuhkan rasa kebersamaan di antara semua lapisan masyarakat sebelum upacara pengibaran bendera di Lapangan Monas. Kegiatan ini menegaskan bahwa keberagaman agama di Indonesia dapat bersinergi dalam mendukung visi negara yang merdeka, bersatu, dan berdaulat.
- Doa memohon perlindungan dari bencana alam dan ancaman keamanan.
- Harapan akan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh rakyat.
- Permohonan agar semangat persatuan tetap terjaga di tengah tantangan global.
- Ajakan untuk memperkuat nilai-nilai toleransi dan gotong‑royong.
Dengan berakhirnya doa bersama, para peserta menyatakan tekad untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih aman, adil, dan sejahtera. Doa ini diharapkan menjadi energi spiritual yang mengiringi seluruh upacara peringatan kemerdekaan, serta menjadi pengingat bahwa keselamatan bangsa terletak pada persatuan hati seluruh warga Indonesia.