Setapak Langkah – 27 Juli 2026 | Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengumumkan penurunan target jumlah rombongan belajar (rombel) pada jenjang Sekolah Dasar (SD) setelah data pendaftar tahun ajaran baru menunjukkan penurunan signifikan.
Awalnya, Dinas Pendidikan setempat menargetkan pembentukan 1.200 rombel untuk tahun ajaran 2024/2025. Namun, setelah survei lapangan, hanya sekitar 850 rombel yang memiliki calon siswa yang cukup, sehingga target resmi diturunkan menjadi 900 rombel. Penyesuaian ini bertujuan menghindari kelas yang kosong dan mengoptimalkan penggunaan anggaran pendidikan.
| Parameter | Sebelum Penyesuaian | Setelah Penyesuaian |
|---|---|---|
| Target Rombel SD | 1.200 | 900 |
| Jumlah Calon Siswa Terdaftar | ≈ 1.100 | ≈ 850 |
Penurunan minat masuk sekolah dasar di Tulungagung dipengaruhi beberapa faktor, antara lain menurunnya angka kelahiran di wilayah tersebut, migrasi keluarga ke kota besar untuk mencari pekerjaan, serta dampak ekonomi pasca‑pandemi yang membuat sebagian orang tua menunda atau memilih alternatif pendidikan non‑formal.
- Angka kelahiran menurun 12 % dalam lima tahun terakhir.
- Ratusan keluarga pindah ke daerah industri di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
- Biaya pendidikan di sekolah swasta naik, mengurangi daya tarik bagi keluarga berpendapatan menengah ke bawah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Dr. H. Suherman, menjelaskan bahwa penyesuaian target ini bersifat sementara dan akan dievaluasi kembali pada akhir tahun ajaran. “Kami tetap berkomitmen memastikan setiap anak mendapat akses pendidikan yang layak. Jika kebutuhan berubah, kami siap menambah rombel kembali,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga berencana meningkatkan program sosialisasi pendidikan di desa‑desa terpencil serta memberikan insentif bagi guru yang bersedia mengajar di daerah dengan jumlah siswa rendah, guna menstabilkan jumlah pendaftar di masa mendatang.