Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan keputusan penting yang membuka akses chip kecerdasan buatan (AI) buatan perusahaan asal Amerika ke pasar Tiongkok. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam kebijakan perdagangan teknologi yang selama ini sangat dibatasi.
Keputusan tersebut langsung berdampak pada saham NVIDIA, produsen chip grafis terkemuka yang kini juga memimpin pasar chip AI. Pada hari perdagangan berikutnya, harga saham NVIDIA melonjak hingga mencapai rekor baru sebesar Rp 4,1 juta per lembar, menandai kenaikan signifikan dibandingkan penutupan sebelumnya.
| Waktu | Harga Saham (Rp) |
|---|---|
| Sebelum Pengumuman | 3,8 juta |
| Setelah Pengumuman | 4,1 juta |
CEO NVIDIA, Jensen Huang, menyambut baik kunjungan Presiden Trump dan menyatakan optimisme tinggi terhadap kolaborasi yang lebih luas antara perusahaan Amerika dan pasar Tiongkok. Ia menekankan bahwa akses yang lebih bebas ke pasar Tiongkok akan mempercepat adopsi teknologi AI dan meningkatkan inovasi di seluruh industri.
Para analis pasar menilai bahwa keputusan ini tidak hanya menguntungkan NVIDIA, tetapi juga dapat membuka peluang bagi perusahaan teknologi lain yang mengembangkan solusi AI. Dengan terbukanya pasar Tiongkok, permintaan akan chip berperforma tinggi diperkirakan akan meningkat secara tajam, yang pada gilirannya dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi digital global.
Namun, beberapa pengamat mengingatkan bahwa liberalisasi perdagangan teknologi harus diimbangi dengan regulasi keamanan siber yang ketat, mengingat potensi penyalahgunaan teknologi AI.