Setapak Langkah – 09 Mei 2026 | Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Dukono, Maluku Utara, pada Rabu (8/5/2026). Pendaki tersebut diketahui terakhir terlihat pada sore hari sebelum cuaca tiba‑tiba berubah menjadi berkabut tebal dan hujan deras.
Operasi pencarian dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama unit SAR TNI, SAR Polri, Satpol PP setempat, serta relawan lokal. Tim melakukan patroli menyeluruh mulai dari pos pendakian di kaki gunung hingga ke puncak yang berjarak sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut.
Berikut ini rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sejak awal pencarian:
- Hari 1 (7/5/2026): Tim SAR tiba di pos pendakian, mengumpulkan data terakhir lokasi pendaki dan memetakan jalur potensial.
- Hari 2 (8/5/2026): Pencarian dihentikan sementara karena kondisi cuaca tidak bersahabat, termasuk kabut tebal dan hujan lebat.
- Hari 3 (9/5/2026): Setelah cuaca membaik, tim melanjutkan pencarian dengan bantuan anjing pelacak dan drone pengintai untuk mengidentifikasi jejak.
Tim SAR juga menggunakan peralatan navigasi modern, termasuk GPS hand‑held, pemindai termal, dan radio komunikasi berjangka pendek untuk memastikan koordinasi yang efektif di medan yang sulit.
Jika pendaki atau masyarakat umum menemukan tanda-tanda atau jejak pendaki yang hilang, diharapkan segera melaporkan kepada pos SAR terdekat atau nomor darurat 112. Berikut beberapa langkah keselamatan yang dapat membantu mengurangi risiko kehilangan arah di gunung:
- Selalu bawa peta topografi terbaru dan peralatan navigasi yang berfungsi.
- Beritahukan rencana pendakian secara detail kepada keluarga atau teman.
- Periksa kondisi cuaca secara berkala melalui layanan resmi sebelum dan selama pendakian.
- Bawa perlengkapan darurat seperti senter, pakaian hangat, dan makanan serta air yang cukup.
- Jangan meninggalkan jejak atau tenda di area yang berisiko longsor atau terjal.
Pihak berwenang tetap optimis dapat menemukan pendaki tersebut mengingat upaya pencarian yang intensif dan dukungan teknologi modern. Masyarakat diminta tetap tenang dan memberikan informasi yang akurat jika menemukan petunjuk apa pun.