Setapak Langkah – 09 Mei 2026 | Baru-baru ini, media China mengabarkan bahwa sebuah kasus kematian akibat infeksi hantavirus telah terkonfirmasi di kota Taipei, Taiwan. Kasus ini menandai laporan pertama mengenai kematian terkait hantavirus di wilayah tersebut sejak wabah muncul.
Hantavirus merupakan virus yang biasanya ditularkan melalui droplet urin, feses, atau air liur hewan pengerat seperti tikus. Penularan pada manusia dapat terjadi ketika partikel virus terhirup bersama debu yang terkontaminasi.
| Gejala | Deskripsi |
|---|---|
| Demam | Suhu tubuh naik di atas 38°C |
| Nyeri otot | Sakit pada otot, terutama punggung dan dada |
| Gangguan pernapasan | Sesak napas hingga gagal napas |
Pihak berwenang setempat segera melakukan penyelidikan dan menegaskan pentingnya tindakan pencegahan, antara lain:
- Mengendalikan populasi tikus di lingkungan rumah dan tempat kerja.
- Menjaga kebersihan ruang penyimpanan makanan.
- Menggunakan masker saat membersihkan area yang mungkin terkontaminasi.
- Menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat atau kotorannya.
Ahli epidemiologi dari Universitas Nasional Taiwan menambahkan bahwa meskipun kasus hantavirus relatif jarang, faktor perubahan iklim dan urbanisasi dapat meningkatkan interaksi manusia dengan hewan pembawa virus, sehingga risiko penularan berpotensi meningkat.
Pemerintah Taipei berjanji akan memperkuat program pemantauan kesehatan dan melakukan edukasi publik secara intensif untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.