Setapak Langkah – 06 Mei 2026 | Tim SAR (Search and Rescue) Ambon berhasil mengevakuasi 13 penumpang dan kru kapal pinisi bernama KLM Cajorna yang mengalami kesulitan akibat cuaca buruk di perairan sekitar Pulau Ambon pada Senin (5/5/2024). Insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WIB ketika kapal tersebut sedang melintasi Selat Ambon menuju pelabuhan Masalembu.
Setelah menerima sinyal SOS, unit SAR Ambon yang terdiri dari kapal patroli, helikopter, dan tim penyelamat darat langsung dikerahkan ke lokasi. Berikut rangkaian tindakan yang diambil:
- Helikopter SAR melakukan survei udara untuk menentukan posisi tepat kapal.
- Kapal patroli mendekati kapal pinisi dengan hati-hati, sambil menyiapkan jaring penangkap.
- Tim penyelamat menggunakan perahu karet untuk menurunkan jaring ke atas dek kapal.
- Penumpang dan kru yang mengalami kelelahan atau luka ringan dipindahkan ke perahu penyelamat.
- Setelah semua orang berada di atas kapal SAR, mereka dibawa ke dermaga Pelabuhan Ambon untuk pemeriksaan medis.
Semua 13 orang yang diselamatkan dalam kondisi stabil, meski beberapa di antaranya mengalami pusing dan kedinginan. Tim medis setempat memberikan pertolongan pertama dan menasihati mereka untuk istirahat.
Pihak berwenang setempat, termasuk Kepala Dinas Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Maluku, menegaskan pentingnya memantau prakiraan cuaca sebelum melakukan perjalanan laut, terutama pada musim hujan yang rentan terhadap badai tropis.
Insiden ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai standar keselamatan kapal tradisional seperti pinisi, yang sering kali tidak dilengkapi dengan peralatan navigasi modern. Pemerintah daerah telah berjanji untuk memperketat regulasi inspeksi keselamatan bagi semua kapal komersial yang beroperasi di wilayah perairan provinsi.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut mengapresiasi cepatnya respons tim SAR Ambon, yang dianggap sebagai bukti kesiapan dan profesionalisme dalam menanggulangi bencana maritim.