Setapak Langkah – 11 Mei 2026 | Kendari, Sulawesi Tenggara – Pada pagi hari ini, wilayah sekitar Kali Wanggu di kota Kendari dilanda banjir hebat setelah intensitas curah hujan mencapai angka tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Air sungai meluap dan merendam ratusan rumah penduduk, memaksa warga mengungsi ke tempat penampungan sementara.
Penyebab dan kondisi cuaca
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan harian mencapai 150 mm di daerah pesisir Kendari, jauh di atas rata‑rata bulanan. Kombinasi antara aliran deras dari daerah pegunungan dan kapasitas kanal sungai yang terbatas menjadi faktor utama terjadinya luapan Kali Wanggu.
Kerusakan dan dampak
- Lebih dari 300 rumah penduduk terendam air, dengan kedalaman rata‑rata 30–70 cm.
- Beberapa fasilitas umum, termasuk sekolah dasar dan balai desa, mengalami kerusakan ringan.
- Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 4,5 miliar.
- Ribuan warga mengungsi ke posko darurat yang didirikan di balai pertemuan kecamatan.
Upaya penanggulangan
Pemerintah Kota Kendari bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera mengerahkan tim penyelamat, pompa air, dan kendaraan operasional untuk mengevakuasi warga serta memindahkan barang berharga. Selain itu, bantuan sembako dan perlengkapan kebersihan didistribusikan kepada keluarga terdampak.
| Jenis Kerusakan | Perkiraan Jumlah |
|---|---|
| Rumah tinggal | ~300 unit |
| Sarana pendidikan | 2 gedung |
| Fasilitas kesehatan | 1 klinik |
| Kerugian ekonomi | Rp 4,5 miliar |
Petugas tetap memantau tingkat air secara terus‑menerus dan meminta warga yang berada di zona rawan untuk segera mengungsi. Diharapkan situasi dapat kembali normal dalam beberapa hari ke depan setelah air surut dan proses perbaikan infrastruktur dimulai.