Setapak Langkah – 07 April 2026 | Beberapa kelompok politik dan aktivis baru-baru ini mengeluarkan seruan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menyebutnya sebagai langkah untuk “memulihkan demokrasi“. Seruan tersebut muncul di media sosial dan beberapa forum diskusi publik.
Beberapa poin utama yang disorot oleh Tayana antara lain:
- Kurangnya bukti konkret tentang penyalahgunaan kekuasaan yang dapat dijadikan alasan sah untuk menggulingkan pemerintahan.
- Mayoritas masyarakat masih menilai kebijakan ekonomi dan keamanan yang diimplementasikan pemerintah saat ini sebagai langkah positif.
- Risiko kekacauan sosial yang dapat timbul bila aksi penggulingan dilakukan tanpa dukungan luas.
Pengamat lain, Rina Suryani, menambahkan bahwa fenomena seruan semacam ini lebih mencerminkan kepentingan kelompok kecil yang berusaha memobilisasi dukungan politik melalui retorika radikal, bukan keinginan nyata rakyat.
Survei independen yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan bahwa sekitar 68 % responden masih mendukung kebijakan utama pemerintah, sementara hanya 12 % yang mengaku setuju dengan ide menggulingkan pemerintahan. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa seruan gulingkan tidak memiliki basis massa.
Secara keseluruhan, meskipun suara keras terus terdengar di beberapa platform, analis politik sepakat bahwa publik secara luas tidak mendukung ajakan tersebut dan bahwa stabilitas politik masih menjadi prioritas utama bagi mayoritas warga Indonesia.