Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | PSIM Yogyakarta menargetkan untuk memperoleh lisensi klub kompetisi Asia (AFC) pada musim kompetisi 2027/2028, yang akan memungkinkan tim berpartisipasi dalam turnamen bergengsi di wilayah AFC.
Lisensi AFC mencakup enam kriteria utama: infrastruktur, keuangan, manajemen, tim teknis, pengembangan pemain muda, dan kepatuhan administratif. Berikut rangkuman persiapan PSIM terhadap masing‑masing kriteria:
| Kriteria | Status PSIM |
|---|---|
| Infrastruktur (stadion, fasilitas latihan) | Renovasi Stadion Kridosono menjadi 20.000 kursi, penambahan ruang ganti dan pusat medis |
| Keuangan (stabilitas, audit) | Audit tahunan selesai, sponsor utama menambah dana operasional sebesar 30% |
| Manajemen (struktur organisasi) | Pembentukan departemen komersial dan pengawasan kepatuhan |
| Tim Teknis (pelatih bersertifikat) | Pelatih kepala berlisensi AFC A, staf tambahan dengan sertifikasi UEFA B |
| Pengembangan Pemain Muda | Akademi usia U‑15 hingga U‑21, program beasiswa bagi talenta lokal |
| Kepatuhan Administratif | Pengajuan dokumen tepat waktu, sistem pelaporan digital terintegrasi |
Manajer umum PSIM, Nama Manajer, menjelaskan bahwa proses persiapan lisensi melibatkan koordinasi intensif antara pihak klub, pemerintah daerah, dan sponsor. “Kami ingin memastikan semua standar AFC terpenuhi, sehingga klub dapat bersaing di kancah Asia tanpa hambatan,” ujarnya.
Selain persiapan teknis, PSIM juga menyiapkan program peningkatan basis suporter dengan meluncurkan aplikasi mobile untuk interaksi fans serta mengoptimalkan penjualan merchandise. Pendekatan ini diharapkan dapat menambah pendapatan klub dan mendukung keberlanjutan keuangan jangka panjang.
Jika berhasil, PSIM akan menjadi salah satu klub Indonesia yang berkompetisi di kompetisi AFC, meningkatkan eksposur pemain lokal dan membuka peluang transfer internasional.