Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Program Minyak Bumi Gemilang (MBG) yang dicanangkan oleh Pemerintah bersama Pertamina menargetkan produksi 6 juta liter minyak jelantah setiap bulan. Minyak bekas masak yang dikumpulkan dari rumah tangga, restoran, dan industri pengolahan makanan ini kemudian diproses menjadi bahan bakar bioavtur yang dapat digunakan pada pesawat terbang komersial.
Proses konversi melibatkan penyaringan, pemurnian, dan transesterifikasi untuk menghasilkan biofuel berkualitas tinggi yang memenuhi standar penerbangan nasional. Dengan kapasitas produksi sebesar 6 juta liter per bulan, program ini diproyeksikan dapat menyediakan sekitar 72 juta liter bioavtur per tahun, setara dengan sekitar 5 % kebutuhan bahan bakar pesawat di Indonesia.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Kapasitas produksi | 6 juta liter/bulan |
| Volume tahunan | 72 juta liter |
| Persentase kebutuhan avtur nasional | ~5 % |
| Pengurangan limbah minyak jelantah | 6 juta liter/bulan |
Manfaat lingkungan yang diharapkan meliputi pengurangan emisi karbon dioksida hingga 3,5 juta ton per tahun, serta penurunan volume limbah cair yang biasanya dibuang ke saluran pembuangan. Selain itu, penggunaan bioavtur dapat menurunkan ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil impor.
Program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi pengumpul minyak bekas, yang kini dapat menjual minyak jelantah dengan harga yang lebih menguntungkan. Pemerintah telah menetapkan mekanisme insentif bagi pelaku usaha yang berpartisipasi dalam rantai pasok MBG, termasuk subsidi energi dan kemudahan perizinan.
Dengan dukungan teknologi modern dan kebijakan yang mendukung, MBG diharapkan menjadi model bagi inisiatif serupa di sektor energi terbarukan, memperkuat komitmen Indonesia dalam transisi menuju ekonomi hijau.