Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) resmi mengukuhkan Prof. Giuseppe Guglielmi, pakar radiologi asal Italia, sebagai Adjunct Professor. Pengangkatan ini merupakan bagian dari upaya universitas untuk memperluas jaringan kolaborasi internasional serta memperkuat program riset di bidang radiologi dan osteoporosis.
Prof. Guglielmi dikenal secara luas di kancah ilmiah Eropa karena kontribusinya dalam pengembangan teknik pencitraan medis dan penelitian mekanisme osteoporosis. Dengan status Adjunct Professor, ia akan terlibat aktif dalam pengajaran, bimbingan skripsi, serta proyek penelitian bersama dosen dan mahasiswa FK Unair.
Berikut adalah beberapa fokus utama kolaborasi yang direncanakan:
- Pengembangan protokol pencitraan densitas tulang menggunakan teknologi Dual-energy X-ray Absorptiometry (DXA) yang lebih akurat.
- Studi longitudinal mengenai prevalensi osteoporosis pada populasi lansia di Jawa Timur.
- Pelatihan tenaga medis lokal dalam interpretasi citra radiologi lanjutan serta penggunaan software analisis citra.
- Publikasi bersama di jurnal internasional bereputasi tinggi, meningkatkan visibilitas penelitian Indonesia.
Kerjasama ini diharapkan dapat menambah kapasitas riset FK Unair, mempercepat transfer teknologi, serta menghasilkan data ilmiah yang dapat menjadi dasar kebijakan kesehatan nasional. Selain itu, kehadiran Prof. Guglielmi juga membuka peluang beasiswa dan pertukaran mahasiswa antara Indonesia dan Italia.
Rektor Unair, Prof. Dr. Ir. H. Syarifuddin, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bukti komitmen universitas dalam mengintegrasikan standar internasional ke dalam kurikulum dan kegiatan penelitian. “Dengan dukungan pakar internasional, kami dapat menghasilkan lulusan yang lebih kompeten serta solusi inovatif bagi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya pada masalah osteoporosis yang semakin meningkat,” ujar beliau.
Implementasi program ini akan dimulai pada kuartal pertama tahun ajaran baru, dengan serangkaian workshop dan seminar yang melibatkan fakultas, mahasiswa, serta pihak rumah sakit mitra.