Setapak Langkah – 07 April 2026 | Setelah hujan lebat menyebabkan genangan lumpur yang meluas di Aceh Tamiang, ratusan anggota Praja IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) dikerahkan untuk membersihkan situs bersejarah Istana Benua Raja. Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan yang sekaligus menjadi pelatihan lapangan bagi para mahasiswa IPDN di wilayah tersebut.
Istana Benua Raja, yang dikenal sebagai peninggalan budaya Aceh Tamiang, sempat terendam lumpur selama beberapa hari. Kondisi ini mengancam kelestarian artefak dan struktur bangunan yang memiliki nilai historis tinggi. Penanganan cepat menjadi penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Berikut rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Praja IPDN:
- Penggalian dan pemindahan lumpur dengan menggunakan sekop, cangkul, dan alat berat ringan.
- Pembersihan dinding dan lantai istana menggunakan sikat keras serta deterjen ramah lingkungan.
- Pemeriksaan struktural oleh tim teknis untuk memastikan tidak ada kerusakan pada fondasi.
- Pengeringan area menggunakan kipas angin industri dan penempatan penyerapan kelembaban.
- Penyuluhan kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga situs bersejarah.
Selama proses pembersihan, para Praja IPDN juga mencatat kondisi awal situs dalam bentuk laporan tertulis dan foto dokumentasi. Data ini akan menjadi referensi bagi pihak berwenang dalam merencanakan pemulihan jangka panjang.
Ketua Tim Operasi Praja IPDN, Komandan Syarif Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya membersihkan fisik situs, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial di kalangan mahasiswa. “Pengalaman langsung di lapangan memberi kami pemahaman mendalam tentang tantangan mitigasi bencana dan pentingnya pelestarian warisan budaya,” ujarnya.
Selain menyalurkan semangat kebersamaan, aksi ini mendapat sambutan positif dari warga setempat yang berharap situs Istana Benua Raja dapat kembali terbuka untuk kunjungan publik dalam waktu dekat.