Setapak Langkah – 09 April 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa posisi kepala negara bukanlah jabatan yang dapat dipandang ringan atau penuh kenyamanan. Dalam sebuah pernyataan publik, ia menolak persepsi bahwa menjadi presiden berarti bebas beristirahat atau menikmati libur tanpa beban kerja.
- Kerja tanpa henti: Presiden harus siap menangani situasi darurat, krisis politik, maupun masalah ekonomi kapanpun muncul.
- Tanggung jawab moral: Setiap kebijakan yang diambil mencerminkan nilai dan integritas negara, sehingga tidak ada ruang untuk kelalaian.
- Keterlibatan langsung: Dari rapat kabinet hingga kunjungan lapangan, presiden harus terlibat aktif di berbagai level pemerintahan.
Prabowo menambahkan bahwa publik perlu memahami realitas di balik gedung-gedung pemerintahan. “Jabatan presiden bukanlah karier yang santai. Saya harus terus bekerja, bahkan saat orang lain beristirahat,” ujarnya.
Penekanan ini sekaligus menjadi ajakan bagi semua elemen bangsa untuk menghargai proses demokrasi dan tidak menganggap enteng peran pemimpin tertinggi negara. Dengan mengakui beban kerja yang nyata, diharapkan dukungan masyarakat dapat lebih solid dalam mendukung agenda nasional.