Setapak Langkah – 09 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah acara konferensi pers menyampaikan keyakinannya bahwa masa jabatan selama satu setengah tahun telah berjalan secara efektif, meskipun kondisi dunia yang dipenuhi ketidakpastian. Pernyataan tersebut menjadi sorotan publik karena menandai evaluasi tengah masa pemerintahan yang masih berada pada fase awal.
Prabowo menekankan bahwa pemerintahannya telah berhasil menstabilkan perekonomian, memperkuat kemandirian energi, serta meningkatkan ketahanan pangan. Ia menambahkan bahwa kebijakan-kebijakan strategis yang diambil berorientasi pada pemulihan pasca‑pandemi dan penyesuaian terhadap dinamika geopolitik global.
Pencapaian Utama
- Stabilisasi Ekonomi: Inflasi tahunan menurun menjadi 3,2 % pada kuartal terakhir, di bawah target 4 % yang ditetapkan pemerintah.
- Peningkatan Investasi: Aliran investasi asing langsung (FDI) meningkat 12 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
- Ketahanan Energi: Penyelesaian 15 proyek pembangkit listrik terbarukan yang menambah kapasitas nasional sebesar 3.000 MW.
- Pangan: Peningkatan produksi beras nasional sebesar 5 % melalui program intensifikasi pertanian.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski ada beberapa indikator positif, Prabowo mengakui adanya tantangan signifikan, antara lain tekanan inflasi global akibat lonjakan harga komoditas, ketegangan perdagangan internasional, serta perubahan iklim yang mengancam ketahanan pangan.
| Indikator | 2023 | 2024 (H1) | Target 2025 |
|---|---|---|---|
| Inflasi (yoy) | 4,5 % | 3,2 % | ≤3 % |
| FDI (USD Miliar) | 12,8 | 14,3 | 15,0 |
| Kapasitas Terbarukan (MW) | 2.200 | 3.200 | 4.000 |
| Produksi Beras (Juta Ton) | 37,0 | 38,9 | 40,0 |
Data di atas mencerminkan upaya pemerintah dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan serta keamanan pangan.
Strategi Kedepan
Untuk mengatasi ketidakpastian global, Prabowo menguraikan tiga pilar strategi:
- Diversifikasi Ekspor: Memperluas pasar ke wilayah Asia‑Pasifik dan Afrika untuk mengurangi ketergantungan pada satu kawasan.
- Inovasi Teknologi: Mendorong adopsi teknologi digital dalam sektor industri dan pertanian guna meningkatkan produktivitas.
- Ketahanan Nasional: Memperkuat kapasitas militer serta jaringan intelijen untuk menghadapi potensi ancaman eksternal.
Presiden menutup dengan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan visi Indonesia yang kuat, mandiri, dan berdaya saing di tengah gejolak dunia.