Setapak Langkah – 27 Juli 2026 | Perusahaan Listrik Negara (PLN) menegaskan komitmen untuk memperluas akses listrik di desa-desa Indonesia melalui program Listrik Desa. Pada fase terbaru, PLN menargetkan penyambungan listrik di 2.792 lokasi desa dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Program ini tidak hanya sekadar target statistik, melainkan dirancang agar implementasinya dapat terukur dan berkelanjutan. Beberapa langkah utama meliputi:
- Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota untuk penyediaan lahan dan perizinan.
- Kemitraan dengan Swasta: Perusahaan kontraktor energi dan lembaga keuangan memberikan dukungan teknis serta pembiayaan skema subsidi.
- Keterlibatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM): LSM lokal membantu sosialisasi, pelatihan penggunaan listrik, serta monitoring pasca‑pemasangan.
- Partisipasi Masyarakat: Warga desa dilibatkan dalam proses perencanaan agar jaringan listrik sesuai kebutuhan dan dapat dipelihara secara mandiri.
Berikut rangkuman target penyambungan listrik per wilayah berdasarkan data terbaru:
| Wilayah | Jumlah Desa | Target Penyambungan |
|---|---|---|
| Sumatra | 1.024 | 1.024 |
| Kalimantan | 620 | 620 |
| Sulawesi | 438 | 438 |
| Jawa & Bali | 470 | 470 |
| Papua & Nusa Tenggara | 240 | 240 |
Dengan total 2.792 desa yang menjadi sasaran, PLN memperkirakan kebutuhan investasi sebesar Rp 12 triliun selama tiga tahun ke depan. Dana tersebut diharapkan berasal dari anggaran negara, skema pembiayaan internasional, serta kontribusi sektor swasta.
Implementasi program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, serta mengurangi ketimpangan energi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Keberhasilan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan listrik yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh warga Indonesia.