Setapak Langkah – 14 Mei 2026 | PLN Indonesia Power menargetkan ekspansi ke pasar energi terbarukan dengan mengajukan proposal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 495 megawatt (MW) di Bangladesh. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat portofolio energi bersih serta mendukung agenda transisi energi global.
Bangladesh, sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat, tengah mempercepat pengembangan infrastruktur energi terbarukan. Pemerintah Bangladesh menargetkan pencapaian 20 % energi terbarukan dalam bauran energi nasional pada tahun 2030, membuka peluang besar bagi investor asing.
Berikut rangkuman utama proyek yang diusulkan PLN Indonesia Power:
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Kapasitas | 495 MW (surya) |
| Lokasi | Beberapa situs di wilayah selatan Bangladesh, area dengan radiasi matahari tinggi |
| Investasi | Diperkirakan US$ 350 juta |
| Jangka Waktu | Pengembangan 4‑5 tahun, dengan fase konstruksi dimulai tahun 2025 |
| Model Bisnis | Kerjasama joint venture dengan perusahaan lokal dan pembiayaan melalui mekanisme green financing |
Proyek ini diharapkan dapat menghasilkan listrik bersih yang cukup untuk melayani sekitar 10 juta rumah tangga di Bangladesh, sekaligus mengurangi emisi karbon sekitar 400.000 ton CO₂ per tahun.
Strategi PLN dalam mengincar pasar Bangladesh mencerminkan dua tujuan utama: pertama, diversifikasi sumber pendapatan di luar pasar domestik; kedua, memperkuat posisi sebagai pemain global dalam sektor energi terbarukan. Keberhasilan proyek ini juga dapat membuka pintu bagi investasi serupa di negara-negara Asia Selatan lainnya.
Namun, tantangan tetap ada, antara lain regulasi lokal, kebutuhan akan infrastruktur jaringan yang memadai, serta persaingan dari pemain internasional lain yang juga menargetkan pasar energi surya Bangladesh. PLN Indonesia Power menyatakan komitmen untuk berkolaborasi erat dengan otoritas Bangladesh dan mitra lokal demi menjamin kelancaran implementasi.
Jika terlaksana, proyek PLTS 495 MW ini akan menjadi salah satu investasi energi terbarukan terbesar yang pernah dilakukan oleh PLN di luar negeri, sekaligus menegaskan peran perusahaan dalam mempercepat transisi energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.