Setapak Langkah – 12 April 2026 | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang kembali menegaskan komitmen mereka dalam memperkuat ketahanan pangan lokal melalui program Urban Farming yang kini semakin meluas di wilayah perkotaan. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat, mengurangi ketergantungan pada pasokan luar, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga.
Program Urban Farming Tangerang dimulai pada awal 2024 dengan target awal 50 kebun komunitas. Hingga akhir 2025, jumlah kebun telah melampaui target, mencatat 112 lokasi yang tersebar di kawasan permukiman, sekolah, dan ruang publik. Berikut rangkuman pencapaian utama:
- Lebih dari 3.200 keluarga terlibat aktif dalam penanaman sayuran, buah, dan rempah.
- Produksi tahunan mencapai 1.850 ton, setara dengan kebutuhan pangan harian sekitar 45.000 penduduk.
- Penggunaan lahan terbuka meningkat 27% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Pelatihan agrikultur perkotaan diberikan kepada 1.150 peserta melalui 24 lokakarya.
Berikut data rinci produksi per jenis tanaman pada tahun 2025:
| Jenis Tanaman | Produksi (ton) | Peningkatan (%) |
|---|---|---|
| Sayuran Hijau | 720 | 30 |
| Buah-buahan Lokal | 560 | 22 |
| Rempah-rempah | 210 | 18 |
| Lainnya | 360 | 15 |
Legislator kota, seperti Anggota DPRD Rudi Hartono, menekankan pentingnya dukungan kebijakan yang mempermudah akses lahan, penyediaan bibit berkualitas, serta insentif fiskal bagi petani perkotaan. Pemerintah kota juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12 miliar untuk pengembangan infrastruktur pertanian urban, termasuk sistem irigasi tetes dan komposter komunitas.
Selain manfaat pangan, program ini juga berkontribusi pada aspek lingkungan. Penanaman hijau meningkatkan penyerapan karbon, menurunkan suhu mikroklimat, serta mengurangi limpasan air hujan. Sebagai bagian dari upaya edukasi, sekolah-sekolah di Tangerang kini memasukkan kurikulum pertanian perkotaan, memungkinkan generasi muda memahami pentingnya ketahanan pangan sejak dini.
Keberhasilan Urban Farming Tangerang diharapkan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Jawa Barat dan sekitarnya. Dengan terus memperkuat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat, harapan untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan semakin nyata.