Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Baru-baru ini sebuah sesi siaran langsung menampilkan pengujian teknologi pengisian daya cepat (flash charging) milik BYD dilakukan secara independen. Pengujian ini menimbulkan perdebatan hangat di kalangan pakar otomotif dan konsumen terkait peningkatan suhu pada baterai kendaraan listrik.
Pengujian dilakukan pada dua model mobil listrik BYD dengan kapasitas baterai 75 kWh. Kedua unit diisi menggunakan charger 800 V dengan daya puncak 350 kW. Proses pengisian mencapai 80 % dalam kurang dari 15 menit. Selama pengisian, suhu sel baterai tercatat naik secara signifikan.
| Model | Daya Pengisian | Waktu ke 80% | Suhu Maksimum (°C) |
|---|---|---|---|
| BYD Han EV | 350 kW | 14 menit | 45 |
| BYD Tang EV | 350 kW | 13,5 menit | 48 |
Para ahli mengingatkan bahwa suhu di atas 45 °C dapat mempercepat degradasi sel baterai dalam jangka panjang. Mereka menyoroti pentingnya sistem pendinginan yang memadai serta regulasi standar pengisian cepat.
Di sisi lain, pihak BYD berpendapat bahwa peningkatan suhu yang terdeteksi masih berada dalam batas aman yang ditetapkan oleh produsen. Mereka menambahkan bahwa teknologi pendinginan cairan yang terintegrasi pada kendaraan mereka dirancang untuk menstabilkan suhu selama pengisian cepat.
- Keunggulan flash charging: mengurangi waktu pengisian secara drastis, meningkatkan kenyamanan pengguna.
- Risiko potensial: peningkatan suhu dapat menurunkan umur baterai dan menimbulkan risiko keamanan.
- Solusi yang diusulkan: pengembangan sistem pendinginan yang lebih efisien, penetapan standar suhu maksimum, serta pengujian jangka panjang pada siklus pengisian.
Perdebatan ini menyoroti tantangan yang dihadapi industri kendaraan listrik dalam mengoptimalkan kecepatan pengisian tanpa mengorbankan keamanan dan daya tahan baterai. Observasi lebih lanjut dari pengujian berulang dan data real‑world diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai keseimbangan antara kecepatan dan keamanan.