Setapak Langkah – 09 April 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan bahwa jumlah penumpang LRT Jabodebek selama tiga bulan pertama tahun 2026 mencapai 7.754.946 orang, meningkat 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini menandakan tren positif dalam penggunaan transportasi massal di wilayah Jabodetabek, terutama setelah penambahan beberapa stasiun dan peningkatan frekuensi layanan yang mulai berlaku pada awal 2026.
| Triwulan | Penumpang (orang) | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| I 2025 | 6.354.120 | – |
| I 2026 | 7.754.946 | +22 % |
Beberapa faktor yang disebutkan KAI sebagai penyumbang utama peningkatan ini antara lain:
- Penambahan rute dan stasiun baru yang memperluas jangkauan jaringan LRT Jabodebek.
- Peningkatan frekuensi kereta, khususnya pada jam sibuk, yang mengurangi waktu tunggu penumpang.
- Program tarif terintegrasi dengan transportasi lain, seperti TransJakarta dan kereta komuter, yang mempermudah perpindahan antar moda.
- Kampanye promosi dan diskon khusus bagi pelajar serta pekerja kantoran.
Para analis ekonomi menilai bahwa pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek dapat berkontribusi pada penurunan kemacetan dan polusi udara di wilayah metropolitan. Selain itu, peningkatan pendapatan dari tarif penumpang diharapkan memperkuat posisi keuangan KAI, sekaligus membuka peluang investasi lebih lanjut dalam infrastruktur transportasi.
Ke depan, KAI berencana menambah armada kereta listrik dan memperluas jaringan ke daerah‑daerah penyangga Jakarta, seperti Bogor dan Tangerang, guna menanggapi permintaan yang terus meningkat.