Setapak Langkah – 09 Agustus 2026 | Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi ke-34 yang berhasil dilaksanakan di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2026. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam mengembangkan budaya membaca Al‑Qur’an serta menumbuhkan semangat keagamaan di kalangan masyarakat.
Berikut beberapa poin penting yang menonjol dalam pelaksanaan MTQ XXXIV:
- Lokasi dan tanggal: Sukadana, Kayong Utara; berlangsung selama tiga hari mulai 12‑14 September 2026.
- Jumlah peserta: Lebih dari 350 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
- Hadiah dan penghargaan: Pemenang utama menerima hadiah uang tunai sebesar Rp 50 juta serta piagam penghargaan, sementara kategori lain memperoleh sertifikat dan hadiah lainnya.
- Dukungan pemerintah: Anggaran khusus sebesar Rp 5 miliar disalurkan untuk penyelenggaraan, termasuk fasilitas tempat, perlengkapan audio‑visual, dan akomodasi bagi peserta.
- Keterlibatan masyarakat: Lebih dari 10.000 warga lokal turut serta sebagai relawan, penonton, dan penyedia makanan tradisional.
Berikut rangkuman jadwal utama dalam bentuk tabel:
| Hari | Kegiatan |
|---|---|
| 12 September 2026 | Pembukaan resmi, sambutan Gubernur, dan lomba hafalan ayat pendek. |
| 13 September 2026 | Lomba tilawah, hafalan juz, dan lomba hafalan surah panjang. |
| 14 September 2026 | Babak final, penyerahan hadiah, dan penutupan. |
Gubernur Kalimantan Barat dalam pidatonya menekankan pentingnya melestarikan tradisi membaca Al‑Qur’an sebagai bagian integral dari identitas budaya daerah. Ia juga menyatakan komitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan MTQ di masa mendatang, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas peserta serta memperluas jangkauan program ke wilayah yang lebih terpencil.
Keberhasilan MTQ XXXIV di Kayong Utara tidak hanya meningkatkan citra provinsi di mata nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat melalui peningkatan sektor pariwisata religi, penjualan makanan khas, dan kebutuhan logistik lainnya.