Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Pemerintah Kota Palu meluncurkan program urban farming dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan serta kemandirian keluarga di lingkungan perkotaan. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan solusi praktis bagi warga yang memiliki lahan terbatas, seperti pekarangan rumah atau atap bangunan.
Program mencakup serangkaian pelatihan tentang teknik bercocok tanam modern, penggunaan media tanam organik, serta pemanfaatan ruang sempit secara efisien. Kegiatan ini ditujukan terutama kepada rumah tangga berpenghasilan rendah yang ingin menambah sumber pangan sendiri.
Berikut langkah‑langkah utama yang diberikan kepada peserta:
- Sosialisasi program dan pendaftaran keluarga peserta.
- Penyediaan bibit sayuran, pupuk organik, dan peralatan sederhana seperti pot dan tray.
- Pelatihan praktis di lapangan mengenai penanaman, perawatan, dan panen.
- Monitoring dan pendampingan rutin oleh tim teknis Dinas Pertanian dan Perikanan.
- Bantuan pemasaran hasil bagi keluarga yang ingin menjual surplus produksi.
Selain materi pelatihan, pemerintah kota juga menyediakan paket bantuan yang berisi bibit sayuran hijau (bayam, kangkung, sawi), pupuk kompos, serta media tanam berbahan dasar cocopeat. Semua dukungan ini bersifat gratis selama periode program.
Target jangka pendek program adalah agar setiap keluarga peserta mampu memproduksi setidaknya 10 kg sayuran segar per bulan untuk konsumsi rumah tangga, sehingga mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional.
| Tahun | Keluarga Sasaran | Lahan Terlibat (m²) |
|---|---|---|
| 2024 | 5.000 | 2.500 |
| 2025 | 8.000 | 4.000 |
Program urban farming Palu ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan pasca bencana alam, sekaligus memberi peluang ekonomi tambahan bagi warga kota.