Setapak Langkah – 03 April 2026 | Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, memberi peringatan tegas kepada Amerika Serikat bahwa jika Washington berusaha melancarkan invasi daratan ke ibu kota Tehran, tidak ada satu pun prajurit musuh yang akan diizinkan selamat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Istanbul, di mana Hatami menegaskan bahwa militer Iran telah menyiapkan pertahanan menyeluruh untuk menolak setiap upaya agresi.
Hatami menambahkan bahwa pasukan Iran siap melakukan serangan balik yang "sangat keras" dan tidak akan memberi ruang bagi pasukan asing untuk menembus wilayah Iran. Ia juga menolak segala bentuk diplomasi yang dianggapnya sebagai "kebohongan" dari pihak Amerika.
- Iran menegaskan kesiapan pasukan darat, udara, dan artileri untuk melindungi kedaulatan negara.
- Amerika Serikat telah meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Teluk Persia dalam beberapa bulan terakhir.
- Ketegangan antara kedua negara memuncak setelah serangkaian sanksi ekonomi dan tuduhan campur tangan politik.
Para analis militer menilai pernyataan Hatami mencerminkan strategi deterrence Iran yang mengandalkan kombinasi kekuatan konvensional dan kemampuan militer tidak konvensional. Mereka menekankan bahwa Iran memiliki jaringan pertahanan lapangan yang terintegrasi, termasuk sistem pertahanan udara domestik dan persenjataan balistik.
Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan komentar resmi mengenai ancaman tersebut, namun pejabat di Gedung Putih diperkirakan sedang meninjau opsi kebijakan yang dapat mengurangi risiko konfrontasi militer terbuka.
Jika konflik darat benar‑benar terjadi, dampaknya diproyeksikan akan menimbulkan kerugian besar bagi kedua belah pihak, termasuk potensi kerusakan infrastruktur kritis, korban sipil, serta gangguan signifikan pada jalur perdagangan energi yang melintasi Teluk Persia.
Situasi ini menambah daftar panjang ketegangan geopolitik di Timur Tengah, di mana setiap langkah militer dapat memicu reaksi berantai di kawasan yang sudah rapuh.