Setapak Langkah – 12 April 2026 | Menteri Luar Negeri Pakistan menegaskan komitmen negara tersebut untuk terus menjadi mediator dalam dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Islamabad, menyusul upaya diplomatik kedua belah pihak untuk meredakan ketegangan yang telah berlangsung lama.
Pakistan menilai dirinya memiliki posisi geografis dan historis yang memungkinkan untuk menengahi perbincangan yang sensitif. Sebagai negara tetangga Iran dan memiliki hubungan diplomatik yang relatif stabil dengan AS, Islamabad berharap dapat menyediakan platform netral bagi kedua pihak untuk menyampaikan kekhawatiran serta mencari solusi bersama.
- Pakistani Foreign Minister menekankan pentingnya dialog terbuka tanpa pra‑syarat.
- Negara tersebut siap menyediakan fasilitas logistik, termasuk ruang pertemuan dan keamanan yang memadai.
- Pakistan juga akan berkoordinasi dengan negara‑negara lain yang memiliki kepentingan serupa, seperti Rusia dan Turki, untuk memperluas dukungan internasional.
Langkah ini muncul di tengah peningkatan tekanan internasional terhadap Iran terkait program nuklirnya serta kebijakan sanksi yang diberlakukan oleh AS. Sementara itu, Washington menunjukkan minat untuk kembali ke meja perundingan setelah serangkaian pertemuan informal di Eropa.
Pengamat politik menilai peran Pakistan dapat menjadi faktor penentu dalam menciptakan momentum baru bagi perdamaian regional. Namun, tantangan tetap ada, mengingat perbedaan fundamental antara kebijakan luar negeri AS yang menuntut penghentian program nuklir Iran dan keinginan Tehran untuk mengamankan kedaulatan teknologinya.
Ke depan, Pakistan berencana menyelenggarakan serangkaian pertemuan bilateral dan multilateral, dengan agenda utama meliputi mekanisme verifikasi, pengurangan sanksi, serta jalur komunikasi krisis untuk menghindari konfrontasi militer.