Setapak Langkah – 03 April 2026 | Konflik yang terus berkecamuk di Timur Tengah memperparah ketidakpastian pasar energi dunia, terutama pada bahan bakar avtur (aviation turbine fuel). Harga avtur yang biasanya stabil kini mengalami lonjakan tajam, memicu kekhawatiran di kalangan pakar logistik tentang dampak domino pada seluruh rantai pasok.
| Bulan | Harga Avtur (USD/galon) | Kenaikan (%) |
|---|---|---|
| Januari 2024 | 2,20 | 0 |
| April 2024 | 2,86 | 30 |
| Juli 2024 | 3,10 | 41 |
Akibat peningkatan biaya bahan bakar, maskapai diperkirakan akan menyesuaikan tarif kargo udara naik antara 10% hingga 20% dalam enam bulan ke depan. Perubahan ini akan dirasakan oleh perusahaan manufaktur, e‑commerce, dan distributor yang mengandalkan pengiriman cepat ke pasar domestik maupun internasional.
Pakar logistik menekankan bahwa selain avtur, faktor lain seperti keterbatasan kapasitas kapal pengangkut dan fluktuasi nilai tukar juga memperparah tekanan biaya. Mereka menyarankan beberapa strategi mitigasi, antara lain:
- Mengoptimalkan rute pengiriman untuk mengurangi jarak tempuh.
- Meningkatkan penggunaan transportasi multimodal, menggabungkan darat dan laut.
- Negosiasi kontrak jangka panjang dengan pemasok bahan bakar untuk mengunci harga.
- Investasi pada teknologi efisiensi bahan bakar, seperti pesawat berbahan bakar alternatif.
Jika tidak ditangani, lonjakan biaya logistik dapat berkontribusi pada inflasi harga barang konsumen, terutama produk elektronik, obat‑obatan, dan kebutuhan pokok yang sering diimpor melalui jalur udara. Pemerintah diharapkan dapat memberikan insentif atau subsidi sementara untuk sektor kritis, sambil memantau perkembangan geopolitik yang menjadi pemicu utama kenaikan harga avtur.
Secara keseluruhan, para ahli menilai bahwa stabilisasi harga avtur memerlukan penyelesaian konflik di Timur Tengah serta diversifikasi sumber energi bagi industri penerbangan. Tanpa langkah proaktif, tekanan biaya logistik diperkirakan akan berlanjut dan menggerogoti margin keuntungan perusahaan di seluruh rantai nilai.