Setapak Langkah – 02 April 2026 | NASA berhasil meluncurkan roket Space Launch System (SLS) bersamaan dengan kapsul Orion pada 1 April 2024 dari Kennedy Space Center, Florida, menandai dimulainya misi berawak Artemis II menuju Bulan. Peluncuran ini merupakan langkah penting dalam program Artemis yang bertujuan mengembalikan manusia ke permukaan Bulan dan membuka jalur menuju Mars.
Roket SLS, yang merupakan kendaraan peluncur terkuat yang pernah dibuat Amerika Serikat, mengangkat kapsul Orion yang berisi tiga astronot. Selama fase pertama, roket menembus atmosfer dengan kecepatan lebih dari 28.000 km/jam, kemudian memisahkan tahapan pertama dan kedua secara berurutan sebelum memasuki orbit Bumi.
- Tujuan utama: Menguji performa sistem pendorong, navigasi, dan komunikasi dalam kondisi terbang berawak.
- Jadwal misi: Mengelilingi Bulan selama kira-kira 10 hari, kemudian kembali ke Bumi dengan pendaratan di Samudra Pasifik.
- Astronot: Peggy Whitson, Victor Glover, dan Christina Koch, masing-masing membawa peralatan ilmiah untuk pengukuran radiasi dan observasi ruang angkasa.
Seluruh proses peluncuran dipantau oleh tim kontrol misi di Houston, Texas, yang melaporkan bahwa semua sistem berjalan sesuai rencana. Pemeriksaan pra-peluncuran mencakup uji kebocoran bahan bakar, verifikasi sistem navigasi, serta simulasi keadaan darurat.
Kejadian ini menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat dalam eksplorasi luar angkasa setelah program Apollo. Artemis II menjadi misi pertama dalam serangkaian penerbangan berawak yang direncanakan, termasuk Artemis III yang akan mendaratkan manusia di Kutub Selatan Bulan pada akhir 2025.
Keberhasilan lepas landas ini juga menambah kepercayaan investor dan mitra internasional, mengingat banyak negara telah menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam proyek bulan berikutnya.