Setapak Langkah – 14 Mei 2026 | Menkomunikasikan Digitalisasi (Menkomdigi) Meutya Hafid baru-baru ini mengungkap data mengkhawatirkan bahwa sekitar 80.000 anak di bawah usia sepuluh tahun telah terpapar judi online. Penemuan ini menyoroti ancaman serius yang ditimbulkan oleh platform digital terhadap generasi muda, terutama dalam konteks kemudahan akses dan anonimitas yang diberikan oleh internet.
Data Paparan Berdasarkan Rentang Usia
| Rentang Usia | Jumlah Anak Terpapar |
|---|---|
| 0-5 tahun | 12.000 |
| 6-8 tahun | 28.000 |
| 9-10 tahun | 40.000 |
Data di atas menunjukkan tren peningkatan paparan seiring bertambahnya usia, yang mencerminkan semakin aktifnya anak dalam menggunakan gadget.
Risiko yang Muncul
- Kecanduan: Paparan dini dapat memicu pola perilaku adiktif yang sulit diatasi di masa dewasa.
- Gangguan Finansial Keluarga: Anak yang terlibat dalam judi online dapat memanfaatkan uang orang tua secara tidak sah.
- Pengaruh Negatif pada Perkembangan Sosial: Fokus berlebihan pada permainan dapat mengurangi interaksi sosial dan kegiatan belajar.
Untuk menanggulangi permasalahan ini, Menkomdigi mengusulkan beberapa langkah konkret:
- Penguatan regulasi platform digital agar wajib menyaring konten yang berpotensi judi untuk pengguna di bawah 18 tahun.
- Peningkatan edukasi digital bagi orang tua melalui kampanye nasional, termasuk panduan pengawasan penggunaan gadget.
- Pengembangan teknologi pemblokiran otomatis yang dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi utama pada perangkat Android dan iOS.
- Kolaborasi dengan penyedia layanan internet untuk memfilter situs judi secara real‑time.
Meutya Hafid menekankan bahwa upaya pencegahan harus bersifat lintas sektoral, melibatkan kementerian terkait, lembaga perlindungan anak, serta pihak swasta. Hanya dengan pendekatan holistik, ancaman judi digital terhadap anak dapat diminimalisir.
Warga diimbau untuk secara rutin memeriksa riwayat aktivitas daring anak, mengaktifkan kontrol orang tua pada perangkat, serta membuka dialog terbuka tentang bahaya perjudian digital. Kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam melindungi generasi muda dari dampak destruktif judi online.