Setapak Langkah – 10 April 2026 | Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa memperkuat jaringan penerbangan domestik menjadi prioritas utama pemerintah dalam menghadapi penutupan ruang udara di beberapa negara tetangga. Penutupan tersebut dipicu oleh dinamika geopolitik dan keamanan yang berpotensi menghambat jalur penerbangan internasional.
Untuk memastikan kelancaran mobilitas penumpang di dalam negeri, Kementerian Perhubungan merencanakan serangkaian langkah strategis, antara lain:
- Penambahan frekuensi penerbangan pada rute‑rute utama yang selama ini memiliki kapasitas terbatas.
- Pemberian insentif fiskal dan subsidi bahan bakar bagi maskapai yang meningkatkan layanan domestik.
- Pengembangan bandara sekunder di wilayah yang selama ini kurang terlayani, guna mendistribusi trafik secara merata.
- Koordinasi intensif dengan otoritas udara regional untuk memperoleh alokasi slot yang lebih fleksibel.
- Peningkatan standar keselamatan dan pelayanan melalui program pelatihan pilot serta crew kabin.
Langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat menstabilkan pasar penerbangan dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada rute internasional, serta mendukung pemulihan ekonomi pasca‑pandemi. Menurut Dudy, kebijakan ini tidak hanya bersifat reaktif, melainkan bagian dari visi jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai hub penerbangan regional.
Selain itu, Kementerian Perhubungan juga berkomitmen untuk memperkuat regulasi yang melindungi konsumen, termasuk kebijakan refund yang lebih transparan dan penanganan keterlambatan penerbangan secara proaktif.