Setapak Langkah – 14 Mei 2026 | Himpunan Garda Internasional (HGI) bekerja sama dengan Polda Sumatera Barat menyelenggarakan seminar bertajuk “Terjebak Di Balik Layar: Psikologi dan Dampak Sosial Aktivitas Digital Berisiko bagi Generasi Muda” di Padang. Acara ini diadakan sebagai respons terhadap peningkatan kasus penyalahgunaan platform digital di kalangan remaja, yang dapat menimbulkan konsekuensi psikologis, sosial, dan hukum.
Tujuan utama literasi digital
Seminar menekankan pentingnya edukasi tentang bahaya konten berbahaya, penipuan daring, serta kecanduan media sosial. Narasumber menyampaikan bahwa pemahaman yang baik dapat mengurangi potensi terjadinya:
- Cyberbullying dan pelecehan daring
- Penipuan finansial melalui aplikasi palsu
- Penyebaran hoaks yang memperkeruh situasi sosial
- Kecanduan game dan media sosial yang mengganggu kesehatan mental
- Eksposur terhadap konten pornografi atau kekerasan
Pendekatan yang diambil
Pihak HGI dan Polda Sumbar menyajikan strategi praktis bagi orang tua, pendidik, dan remaja sendiri, antara lain:
- Mengaktifkan kontrol orang tua pada perangkat seluler.
- Mengajarkan kebiasaan password yang kuat dan unik.
- Mengidentifikasi tanda‑tanda kecanduan digital, seperti penurunan prestasi sekolah atau isolasi sosial.
- mendorong dialog terbuka antara keluarga dan remaja mengenai pengalaman daring.
- Melaporkan konten atau akun yang mencurigakan kepada pihak berwajib.
Respons peserta
Peserta seminar, yang terdiri dari pelajar, guru, serta aparat keamanan, menyatakan apresiasi terhadap materi yang disampaikan. Mereka menekankan bahwa edukasi berkelanjutan dan kerja sama lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman.
Dengan menumbuhkan literasi digital sejak dini, diharapkan generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara produktif tanpa terjebak dalam risiko yang mengancam kesejahteraan pribadi dan sosial.