Setapak Langkah – 07 April 2026 | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pada Selasa, 7 Juni 2026, bahwa cadangan beras nasional mencapai 4,6 juta ton. Angka ini diumumkan dalam rapat komisi DPR yang membahas kebijakan ketahanan pangan, dan menjadi catatan tertinggi sejak data pencatatan pertama kali dimulai.
Penjelasan Andi Amran menekankan bahwa peningkatan stok ini merupakan hasil dari kombinasi kebijakan diversifikasi varietas, peningkatan produktivitas lahan, serta program subsidi pupuk dan benih yang intensif. Pemerintah juga memperkuat jaringan distribusi melalui kemitraan dengan koperasi dan perusahaan logistik, sehingga pasokan dapat mengalir secara merata ke seluruh wilayah.
Berikut rangkuman stok beras Indonesia dalam jutaan ton selama beberapa tahun terakhir:
| Tahun | Stok Beras (juta ton) |
|---|---|
| 2020 | 3,2 |
| 2021 | 3,5 |
| 2022 | 3,8 |
| 2023 | 4,0 |
| 2024 | 4,2 |
| 2025 | 4,5 |
| 2026 | 4,6 |
Stok sebesar 4,6 juta ton ini memberi ruang napas bagi pemerintah dalam mengatasi potensi lonjakan harga pangan, terutama di tengah tekanan inflasi global. Analis ekonomi memperkirakan bahwa dengan cadangan sebesar ini, risiko kelangkaan beras dapat diminimalisir selama 3‑4 bulan ke depan, mengingat rata‑rata konsumsi nasional sekitar 1,1 juta ton per bulan.
Namun, tidak semua pihak menyambut positif. Beberapa anggota DPR mengkritik bahwa peningkatan stok belum diiringi dengan penurunan harga beras di pasar domestik, dan menuntut transparansi lebih lanjut mengenai mekanisme distribusi serta kontrol kualitas stok. Sementara itu, petani mengharapkan kebijakan yang lebih berkelanjutan, seperti dukungan teknologi pertanian dan jaminan harga yang adil.
Ke depan, Menteri Pertanian menegaskan komitmen untuk menjaga level stok di atas 4,5 juta ton hingga akhir 2026, sekaligus memperluas program penyimpanan strategis di daerah‑daerah rawan produksi. Pemerintah juga berencana mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk monitoring stok secara real‑time, sehingga dapat mengambil keputusan cepat bila terjadi fluktuasi pasokan.