Setapak Langkah – 02 April 2026 | Musim Ramadan kembali menjadi pendorong utama aktivitas belanja daring di Indonesia. Platform e‑commerce Lazada mencatat bahwa penjualan melalui layanan LazMall mengalami lonjakan signifikan, mencapai 3,5 kali lipat dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Lonjakan tersebut tidak hanya terbatas pada satu segmen, melainkan mencerminkan peningkatan penjualan di seluruh ekosistem Lazada, termasuk produk elektronik, fashion, kebutuhan rumah tangga, dan perlengkapan ibadah. Data internal menunjukkan bahwa rata‑rata transaksi per pengguna meningkat sekitar 120 % selama minggu-minggu pertama Ramadan.
Beberapa faktor yang berkontribusi pada pertumbuhan ini antara lain:
- Penawaran khusus Ramadan seperti flash sale, voucher diskon, dan program cicilan 0%.
- Kebiasaan konsumen Indonesia yang cenderung menyiapkan kebutuhan rumah tangga dan hadiah sebelum hari raya.
- Peningkatan penetrasi internet dan penggunaan smartphone di wilayah suburban.
- Strategi pemasaran yang menargetkan segmen keluarga muda melalui kampanye media sosial.
Berikut gambaran singkat perbandingan penjualan LazMall sebelum dan selama Ramadan:
| Periode | Penjualan (juta IDR) | Rasio Kenaikan |
|---|---|---|
| Hari Biasa | 150 | 1× |
| Ramadan (minggu pertama) | 525 | 3,5× |
Para penjual di platform tersebut merasakan manfaat langsung dari lonjakan ini, dengan banyak yang melaporkan peningkatan stok dan memperluas jaringan distribusi untuk memenuhi permintaan yang tiba‑tiba naik. Di sisi lain, persaingan harga menjadi lebih ketat, memaksa merchant untuk menyesuaikan strategi promosi mereka.
Para ahli ekonomi menilai bahwa tren peningkatan belanja daring selama Ramadan dapat menjadi indikator kuat pertumbuhan e‑commerce nasional, khususnya dalam menghadapi tantangan logistik dan layanan pengiriman cepat. Dengan pola belanja yang semakin terintegrasi secara digital, diharapkan bahwa platform seperti Lazada akan terus berinovasi untuk menjaga kepuasan konsumen selama periode penting seperti Ramadan.