Setapak Langkah – 12 April 2026 | Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang tengah menelusuri peluang impor bahan bakar dari Rusia. Langkah ini dianggap strategis untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia di tengah ketidakstabilan pasar energi global.
Berikut beberapa poin utama yang diangkat Lemhannas dalam menilai rencana tersebut:
- Keamanan pasokan: Memperluas jaringan pemasok dapat menurunkan kerentanan terhadap sanksi internasional atau gangguan geopolitik.
- Kemandirian energi: Menyerap lebih banyak bahan bakar dari sumber luar negeri yang stabil membantu Indonesia mengelola cadangan strategis dengan lebih efisien.
- Stabilisasi harga: Persaingan antar pemasok diharapkan dapat menekan fluktuasi harga di pasar domestik.
Namun, Lemhannas juga mengingatkan adanya tantangan yang harus dihadapi, antara lain regulasi ekspor-impor, kepatuhan pada sanksi internasional, serta kebutuhan infrastruktur pendukung untuk penyaluran bahan bakar yang aman dan efisien.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar mencari alternatif sementara, melainkan bagian dari kebijakan jangka panjang untuk mencapai kemandirian energi nasional. Pemerintah berkomitmen memperkuat koordinasi antar kementerian, BUMN energi, serta lembaga strategis seperti Lemhannas untuk memastikan proses negosiasi dan pelaksanaan berjalan transparan dan berkelanjutan.
Jika berhasil, langkah ini dapat menambah pilihan strategis bagi Indonesia dalam mengelola kebutuhan energi, sekaligus meningkatkan posisi tawar negara di panggung internasional.