Setapak Langkah – 12 Mei 2026 | PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 77 persen pada kuartal I tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan premi yang mencapai Rp1,16 triliun serta upaya pengendalian biaya dan klaim yang lebih ketat.
Secara rinci, pertumbuhan premi mencerminkan keberhasilan Askrindo dalam memperluas jaringan asuransi mikro serta segmen korporasi. Meskipun ekspansi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan, manajemen tetap menekankan pentingnya disiplin risiko yang ketat untuk menjaga kesehatan portofolio.
| Indikator | Kuartal I 2025 | Kuartal I 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Premi Bruto | Rp0,66 triliun | Rp1,16 triliun | +75,8% |
| Laba Bersih | Rp120 miliar | Rp212,4 miliar | +77,0% |
| Loss Ratio | 68% | 61% | -7 poin persentase |
Faktor-faktor utama yang mendukung peningkatan profitabilitas antara lain:
- Peningkatan premi: Penetrasi asuransi mikro ke wilayah pedesaan serta penambahan korporasi besar meningkatkan basis premi.
- Pengendalian risiko: Askrindo memperketat standar underwriting, meningkatkan penggunaan model skor kredit, serta menambah kapasitas reinsurance untuk melindungi eksposur besar.
- Efisiensi operasional: Digitalisasi proses klaim dan penerbitan polis mengurangi biaya administrasi.
Di sisi lain, manajemen menegaskan bahwa ekspansi tidak akan mengorbankan kualitas portofolio. Kebijakan disiplin risiko meliputi:
- Penerapan limit eksposur per nasabah dan sektor industri.
- Peninjauan berkala terhadap kualitas aset kredit yang menjadi dasar penilaian risiko.
- Penggunaan reasuransi berjenjang untuk menutupi potensi kerugian besar.
Ke depan, Askrindo menargetkan pertumbuhan premi tahunan sekitar 20-25 persen dengan tetap menjaga loss ratio di bawah 65 persen. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain utama dalam asuransi kredit sekaligus memberikan kontribusi stabil bagi pemegang saham.